HEADLINNEWS.ID – Temanggung, Pemkab Temanggung melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (Dinkopdag) telah menyiapkan strategi untuk mengatasi melimpahnya produksi telur ayam yang melebihi kebutuhan pasar lokal.
Langkah yang ditempuh, yakni menjalin kerja sama perdagangan antar daerah guna memperluas distribusi telur ke wilayah-wilayah yang membutuhkan.
“Yang masih memiliki cadangan stok berlebih ini akan dilakukan upaya kerjasama antara daerah, dimana yang nantinya daerah surplus akan dibantu suport distribusinya dan kemudian disebarkan ke daerah minus,” kata Kepala Bidang Perdagangan, Dinkopdag Temanggung, Ponjo Marbagyo, Rabu (8/7/2026).
Ia menyampaikan, produksi telur dari 300 peternak di Temanggung mencapai 150 ton per hari, sementara kebutuhan konsumsi masyarakat setempat hanya sekitar 70 ton per hari.
“Kondisi ini menyebabkan surplus produksi hingga 80 ton setiap hari dan yang kini mulai dipasarkan ke berbagai daerah,” lanjutnya.
Di sisi lain, menurutnya, pemerintah pusat juga membuka peluang ekspor telur ke Timor Leste sebagai pasar potensial untuk menyerap kelebihan produksi telur dari peternak di Indonesia.
“Ini sudah ada hasil rapat dari lintas kementerian, kemudian diteruskan ke Pemprov dan Pemda. Jadi, jika masih ada kelebihan stok telur akan diupayakan untuk melakukan penjajakan ekspor ke negara lain, ke Timor Leste, tetapi itu harus sesuai yang dipersyaratkan dan bisa dipenuhi oleh eksportir telur,” jelasnya. (Fir;Ekp)

