HEADLINNEWS.ID β Pernikahan biasanya menghadirkan suvenir berupa makanan, peralatan rumah tangga, atau benda kecil yang bisa dibawa pulang tamu. Namun, sebuah pernikahan justru menuai sorotan karena anak ayam hidup dijadikan suvenir untuk para tamu undangan.
Kejadian tersebut menjadi perhatian setelah sejumlah anak ayam yang diduga dibagikan sebagai suvenir justru ditemukan ditinggalkan begitu saja oleh penerimanya.
Salah satu kejadian bahkan terjadi di sekitar Gate A MRT Lebak Bulus. Seorang warga membagikan cerita ketika menemukan anak ayam yang ditinggalkan di lokasi tersebut.

βSouvenir nikahan kok ayam anjir, sekali lagi souvenir nikahan,β tulisnya dalam unggahan yang kemudian ramai diperbincangkan.
Ia mengaku tidak mengenal pasangan pengantin maupun teman-teman mereka. Namun, kondisi anak ayam yang ditinggalkan membuatnya merasa kasihan.
βGak kenal sama temen kalian yang random dan unik itu wkwk, tapi ayamnya kesian woy,β tulisnya.
Beruntung, anak ayam tersebut kemudian diamankan oleh seorang pengemudi ojek online.
βUdah aman diambil abang-abang Gojek ini,β lanjutnya.

Bukan hanya satu kejadian. Sejumlah cerita lain juga bermunculan mengenai anak ayam yang ditemukan setelah ditinggalkan oleh tamu undangan.
Kondisi tersebut kemudian memicu kritik warganet.
Banyak yang mempertanyakan keputusan menjadikan hewan hidup sebagai suvenir pernikahan, terlebih karena tidak semua penerima tentu siap atau mampu merawatnya.
Anak ayam bukan benda yang bisa sekadar dibawa pulang dan disimpan. Hewan tersebut tetap membutuhkan makanan, minuman, tempat yang layak, serta perawatan.
Peristiwa anak ayam yang berakhir ditinggalkan di pinggir jalan pun membuat niat pemberian suvenir tersebut menjadi sorotan.
Pengantin Minta Maaf
Di tengah ramainya perhatian publik, pasangan pengantin Rangga dan Nunu kemudian menyampaikan permintaan maaf.
Mereka menjelaskan bahwa keputusan menggunakan anak ayam sebagai suvenir merupakan ide pribadi keduanya.
Mereka mengaku awalnya ingin memberikan kesempatan kepada anak-anak ayam tersebut untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik.
Namun, setelah melihat apa yang terjadi, keduanya mengakui bahwa niat tersebut tidak cukup tanpa perencanaan dan tanggung jawab yang matang.

Rangga dan Nunu mengatakan akan menghubungi kembali para penerima untuk memastikan kondisi anak ayam.
Mereka juga menyatakan siap mengambil kembali anak ayam dari penerima yang tidak mampu merawatnya dan memastikan hewan tersebut mendapatkan perawatan yang semestinya.

Mereka pun meminta maaf atas keputusan tersebut dan mengakui kejadian itu menjadi pelajaran mengenai pentingnya tanggung jawab terhadap setiap makhluk hidup.

