HEADLINNEWS.ID – JAKARTA — Identitas oknum tenaga kesehatan (nakes) di RSUD Umbu Rara Meha Waingapu yang viral usai melontarkan komentar tidak berempati terhadap pasien meninggal dunia menjadi sorotan publik. Sosok oknum pegawai berinisial HCT tersebut menuai kecaman hebat di media sosial.
Nama HCT mendadak ramai dibicarakan setelah tangkapan layar komentarnya yang dinilai nir-empati terhadap curahan hati pasien Yurizal sebelum meninggal dunia, beredar luas di platform X dan Threads.
Dalam unggahannya kemudian, HCT menanggapi kabar meninggalnya almarhum Yurizal dengan nada yang dinilai sangat dingin dan memicu kemarahan netizen.
”Iya puas. Lu mau nyalahin siapa beliau meninggal? RS sama Pasien lain? Kamar penuh karna orang sakit jg bukan krna org liburan.. Mikir lah,” tulis oknum nakes HCT dalam komentar yang diunggah ulang warganet.
Sikap nir-empati tersebut langsung memicu gelombang kritik pedas. Jejak digital komentar HCT disebar luas hingga akun media sosial instansi tempatnya bekerja, RSUD Umbu Rara Meha Waingapu, diserbu ribuan tanggapan masyarakat.
Usai komentarnya berbuntut panjang, HCT sempat menutup akun media sosialnya. Namun tak lama kemudian, ia menyampaikan permohonan maaf dan memohon agar warganet berhenti menyerang akun media sosial rumah sakit lantaran khawatir akan konsekuensi pekerjaan yang dihadapinya.
Menanggapi tindakan pegawainya yang mencoreng nama baik instansi, manajemen RSUD Umbu Rara Meha Waingapu langsung mengeluarkan pernyataan resmi. Pihak rumah sakit menegaskan bahwa perbuatan HCT merupakan pandangan pribadi dan pelanggaran terhadap Kode Etik Rumah Sakit.

”Terkait hal ini, manajemen telah mengambil langkah penanganan internal terhadap yang bersangkutan sesuai dengan ketentuan dan kebijakan yang berlaku,” tegas pihak RSUD Umbu Rara Meha dalam keterangan resminya dikutip dari Instagram @rsudurm, Selasa (4/8/2026).
Manajemen RSUD Umbu Rara Meha juga menyampaikan terima kasih atas kritik masyarakat dan berjanji akan membina seluruh jajaran staf agar lebih bijaksana, bertanggung jawab, serta mengedepankan rasa empati dalam berkomunikasi di ruang publik maupun media sosial.

