HEADLINNEWS.ID – DEMAK – Tawuran remaja yang terjadi di Pulosari, Guntur, Demak menyebabkan seorang pelajar meninggal, pada Rabu (9/9) siang. Korban diduga terkena sabetan senjata tajam saat terjadinya perkelahian.
Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia. Kondisinya saat dibawa ke rumah sakit mengalami sejumlah luka, tetapi diinformasikan akibat kecelakaan.
Pihak rumah sakit merasa curiga dan melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Setelah menjalani perawatan, korban yang diduga pendarahan luka-luka akibat senjata tajam akhirnya meninggal.
Kasi Humas Polres Demak Iptu Rudi Tri Sayogo menjelaskan bahwa penyelidikan mengenai kasus tawuran sedang di dalami.
“Keterangan saksi, saksi-saksi, dan bukti-bukti sedang diperiksa untuk mengetahui kejadian yang terjadi,” katanya, Kamis (10/9).
Aksi tawuran diduga melibatkan sejumlah kelompok dengan membawa senjata tajam. Kejadian berawal dari media sosial dan terjadi tawuran di Jalan Raya Buyaran-Guntur.
Dalam kejadian maut tersebut, polisi telah mengamankan barang bukti beberapa senjata tajam.
Kasus ini masih dalam penanganan dan penyelidikan untuk pengungkapan kejadian tawuran tersebut. Polisi juga memeriksa sejumlah saksi dan pihak yang diduga membawa korban ke rumah sakit.
“Saksi yang merupakan orang yang saat itu membawa ke rumah sakit juga sedang menjalani pemeriksaan. Disisi lain, penyelidikan kejadian tawuran juga sedang dilakukan pengumpulan informasi untuk kepentingan penyelidikan kasus,” jelas Rudi.
Ada sepuluh orang yang diduga terlibat dan menjadi pelaku tawuran yang saat ini telah diamankan Polres Demak. Kebanyakan diantara mereka tersebut masih merupakan pelajar.

