HEADLINNEWS.ID – SEMARANG – Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan bahwa akan mencari penyebab terjadinya keracunan massal yang terjadi di SMK Negeri 6 Semarang.
Kepala BGN Sudaryono menegaskan keracunan tidak akan terjadi jika makanan yang dikonsumsi sesuai dengan prosedur dan proses pengolahannya juga sehat. Sehingga, pengawasan pelayanan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) akan diperketat untuk mencegah kasus keracunan.
“Kalau sudah sesuai SOP harusnya tidak ada lagi keracunan. Yang dihidangkan semuanya terpantau dan kondisinya sehat dan aman dikonsumsi,” katanya.
Proses investigasi untuk memastikan keracunan massal di SMK Negeri 6 Semarang sedang dilakukan. Guna mengetahui melalui hasil pengujian di laboratorium.
Menurut Sudaryono, investigasi tersebut sedang berjalan dan akan diumumkan jika sudah ada hasil uji laboratorium.
“Sejauh ini investigasi yang kami terima, beberapa bahan yang digunakan sedang di uji laboratorium. Kita akan menunggu sampai ada hasil labnya,” kata Sudaryono.
Selama berlangsungnya investigasi, dapur MBG alias SPPG yang melayani penyediaan makanan tersebut sementara waktu di hentikan sementara.
Kepala BGN tersebut menegaskan bahwa saat ini sudah memberikan peringatan bagi penyedia layanan, tidak hanya peringatan, melainkan nantinya dapat diberikan sanksi.
“Kita juga sudah memberikan surat peringatan bagi SPPG-nya, akan ada sanksinya,” kata Sudaryono.
Dengan adanya kasus yang terjadi di SMK Negeri 6 Semarang, BGN siap meningkatkan pengawasan terhadap MBG akan diperketat termasuk menyiapkan proses pengolahan yang dapat dipantau berbagai pihak untuk ikut terlibat menjadi pengawas.
“Ke depannya, pengawasan akan jauh lebih ketat. Bila perlu sistemnya proses dalam menyiapkan makanan dapat dimonitor orang tua siswa dan instansi terkait sehingga termonitor,” tegas Sudaryono.

