Advertisement
Iklan dapat dilewati dalam 5

Presiden Resmikan Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang, Gabungkan Pelestarian Sejarah dan Penguatan Layanan

Witarto
By
Witarto
2 Min Read
Presiden Prabowo Subianto meresmikan selesainya revitalisasi tahap pertama Stasiun Semarang Tawang, didampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, serta Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin.
Oleh: Witarto

HEADLINNEWS.IDSEMARANG – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan selesainya revitalisasi tahap pertama Stasiun Semarang Tawang, Kamis (30/7/2026). Kegiatan ini menandai berakhirnya pemugaran bangunan cagar budaya sekaligus peningkatan kualitas layanan transportasi publik di Jawa Tengah.

Peresmian dilakukan melalui penekanan tombol sirene yang dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, serta Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin.

Pekerjaan revitalisasi dilaksanakan selama 240 hari, berlangsung dari 5 Mei hingga 30 Desember 2025. Lingkup pekerjaan meliputi pemugaran fasad mendekati rancangan asli dengan pengawasan tim ahli cagar budaya, penataan ruang tunggu, ruang VIP, aula utama dan selasar, serta perbaikan sistem drainase untuk menurunkan risiko genangan dan banjir rob yang kerap melanda kawasan tersebut.

Gubernur Ahmad Luthfi menyatakan pemugaran ini bukan sekadar mempercantik bangunan, melainkan menjaga identitas daerah. “Stasiun Tawang ini adalah warisan budaya di samping berfungsi sebagai simpul transportasi. Nilai strategisnya melampaui fungsi fisiknya, sehingga wajib kita lestarikan,” ujarnya usai acara.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan upaya ini merupakan bagian dari transformasi nasional. “Kita melaksanakan kemajuan tanpa meninggalkan jejak sejarah bangsa. Pembangunan modern harus berjalan beriringan dengan pelestarian cagar budaya,” ujarnya, seraya mengapresiasi PT KAI yang mampu menyelesaikan pekerjaan tanpa menghilangkan karakter asli bangunan.

Stasiun Semarang Tawang dibangun oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij pada 1911 menurut rancangan arsitek Belanda Sloth-Blauwboer, dan mulai beroperasi tahun 1914. Kini bangunan tersebut berstatus sebagai cagar budaya dan ikon sejarah perkeretaapian nasional.

Dengan selesainya tahap ini, stasiun diharapkan dapat memberikan kenyamanan lebih bagi pengguna jasa, sekaligus memperkuat daya tarik wisata sejarah Kota Semarang.

Usai acara peresmian, Presiden Prabowo didampingi Gubernur Ahmad Luthfi melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Batang menggunakan Kereta Api Nusantara Explorer.

Editor: Witarto
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!