HEADLINNEWS.ID – Kota Surakarta kembali bersiap menyambut Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili/2026 dengan rangkaian kegiatan yang mengedepankan nilai budaya, kebersamaan, dan keberagaman. Tidak hanya menghadirkan kemeriahan khas Imlek, perayaan tahun ini juga menjadi momentum memperkuat citra Solo sebagai kota wisata budaya yang mampu mempertemukan berbagai latar belakang masyarakat.
Panitia Bersama Imlek 2577/2026 Kota Solo menyiapkan berbagai agenda mulai dari kegiatan budaya, olahraga, sosial, hingga edukasi. Seluruh rangkaian tersebut membawa semangat pelestarian budaya Tionghoa sekaligus menjaga harmoni kehidupan masyarakat yang telah menjadi identitas Kota Surakarta.
Ketua Panitia Bersama Imlek 2577/2026, Sumartono Hadinoto, mengatakan perayaan Imlek di Solo telah memiliki perjalanan panjang sejak era reformasi. Dari tahun ke tahun, kegiatan tersebut terus berkembang hingga menjadi salah satu daya tarik wisata yang mendapat perhatian nasional.
“Tujuan kami sejak awal adalah melestarikan budaya, mengangkat Kota Solo sebagai kota wisata Imlek, sekaligus menjaga dan merawat kebhinekaan di Kota Solo,” ujar Sumartono saat konferensi pers Imlek 2577/2026 di Kantor PMS Surakarta, Kamis (29/1/2026).
Menurutnya, perayaan Imlek di Solo juga menjadi bagian dari rangkaian Imlek Nusantara. Pemerintah pusat melalui Kementerian Ekonomi Kreatif turut memberikan perhatian terhadap perayaan Imlek nasional yang mengangkat keberagaman budaya di Indonesia.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Indonesia, Irene Umar Li, menyampaikan bahwa Solo memiliki karakter unik karena mampu menghadirkan perpaduan budaya Jawa dan Tionghoa dalam satu perayaan.
“Solo merupakan satu kota yang sangat dekat di hati karena memiliki sesuatu yang unik, yaitu merayakan akulturasi etnis Jawa dan Tionghoa dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek,” ujarnya.
Ribuan Lampion Hiasi Kota Solo
Salah satu daya tarik utama Imlek 2577 adalah pemasangan berbagai ornamen khas yang akan menghiasi sejumlah kawasan Kota Surakarta.
Panitia menyiapkan berbagai dekorasi mulai dari 12 lampion shio, 10 lampion Kuda Api, lampion Dewa Rejeki, lampion karakter kartun, dekorasi Journey to The West, lampion photo booth, hingga Gapura Imlek.
Selain itu, sekitar 5.000 lampion merah akan menghiasi sejumlah titik strategis seperti Jalan Jenderal Sudirman, kawasan Balai Kota Surakarta, Jembatan Kali Pepe, hingga sekitar Pasar Besar.
Tidak hanya menghadirkan suasana khas Imlek, dekorasi tahun ini juga membawa pesan toleransi. Karena bertepatan dengan awal bulan Ramadan, sejumlah ornamen akan dipadukan dengan nuansa Idul Fitri sebagai simbol keberagaman masyarakat Solo.
Lampion akan mulai dinyalakan sejak 1 Februari hingga 17 Februari 2026. Setelah memasuki bulan puasa, kawasan lampion shio di Jalan Jenderal Sudirman akan dihiasi tambahan ornamen bernuansa Ramadan dan Idul Fitri.
Beberapa titik juga akan menampilkan perpaduan budaya, seperti ornamen Masjid Cheng Ho di kawasan Balai Kota serta elemen bernuansa Islam yang berdampingan dengan dekorasi khas Tionghoa.
Beragam Agenda Budaya hingga Sosial
Selain dekorasi kota, Panitia Bersama Imlek 2577/2026 juga menyiapkan berbagai kegiatan untuk masyarakat.
Rangkaian acara diawali dengan Lomba Foto dan Jurnalistik bekerja sama dengan Himpunan Seni Foto Bengawan (HSB) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Kompetisi tersebut berlangsung mulai 1 Januari hingga 23 Februari 2026 dengan tema “Semangat Tahun Kuda Mewujudkan Harmoni di Surakarta”.
Di bidang olahraga, masyarakat dapat mengikuti Imlek Fun Run 2026 yang digelar bersama Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) pada Minggu, 1 Februari 2026.
Peserta akan memulai perjalanan dari Balai Kota Surakarta dengan rute melewati sejumlah ikon kota seperti Jalan Slamet Riyadi, kawasan Mangkunegaran, hingga Bundaran Gladak.
Kegiatan edukasi juga menjadi bagian penting dalam perayaan tahun ini melalui Talkshow dan Motivasi bertema “Belajar Sampai ke Negeri China” pada Kamis, 12 Februari 2026 di Gedung Pertemuan PMS.
Acara tersebut menghadirkan sejumlah pembicara, di antaranya Novi Basuki, penulis dan peneliti budaya Tiongkok penerima beasiswa S1 hingga S3 di Tiongkok, serta Azmi Abubakar, pendiri Museum Pustaka Peranakan Tionghoa.
Sesi motivasi akan menghadirkan Andrie Wongso, motivator nasional yang dikenal luas di Indonesia. Kegiatan ini diperkirakan diikuti sekitar 1.000 peserta dari berbagai kalangan.
Di bidang sosial, panitia juga menggelar kegiatan donor darah bersama APPBI di PMI Kota Surakarta dan sejumlah pusat perbelanjaan.
Selain itu, panitia turut mendukung Grebeg Sudiro yang menjadi salah satu tradisi akulturasi budaya di Kota Solo.
Berbagi Saat Ramadan
Keunikan lain dalam perayaan Imlek tahun ini adalah adanya penyesuaian karena bertepatan dengan awal Ramadan.
Panitia menyiapkan program berbagi makanan ringan untuk berbuka puasa selama dua minggu sejak hari pertama Ramadan. Sebanyak 500 paket makanan akan dibagikan setiap hari di kawasan Balai Kota Surakarta bekerja sama dengan APPBI.
Sekretaris Panitia Bersama Imlek 2577/2026, Idayanti Santoso, mengatakan penyesuaian tersebut menjadi bentuk kepedulian sekaligus komitmen menjaga kebersamaan antarumat beragama.
“Tahun ini Imlek bertepatan dengan awal puasa saudara-saudara kita yang muslim. Karena itu kami menyesuaikan beberapa kegiatan agar tetap bisa menjadi bagian dari kebersamaan masyarakat Solo,” jelasnya.
Puncak Perayaan Hadirkan Kirab Barongsai
Rangkaian Imlek 2577 akan mencapai puncaknya melalui Kirab Barongsai Keliling Kota Surakarta pada Selasa, 3 Maret 2026.
Kirab tersebut akan dimulai pukul 09.00 WIB dengan melibatkan sejumlah kelompok barongsai yang menyusuri berbagai kawasan Kota Solo.
Pada malam harinya, perayaan Cap Go Meh bersama Pemerintah Kota Surakarta akan digelar di Pendhapi Gedhe Balai Kota Surakarta.
Sumartono berharap seluruh rangkaian kegiatan Imlek 2577 dapat menjadi ruang bertemunya berbagai budaya sekaligus memperkuat karakter Solo sebagai kota yang terbuka dan penuh toleransi.
“Semangat Tahun Kuda kami harapkan benar-benar membawa harmoni bagi Kota Surakarta,” pungkasnya.

