LRT Jakarta Fase 1B Tersambung 100 Persen, Mulai Beroperasi Agustus 2026

Michael Ivan
By
Michael Ivan
Jurnalis
Lebih suka bekerja di balik layar, tapi pastikan selalu update dengan apa yang terjadi di luar sana.
- Jurnalis
2 Min Read
Jalur LRT Velodrome-Manggarai

HEADLINNEWS.ID – Jakarta, Proyek pembangunan LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai mencatatkan kemajuan signifikan setelah seluruh struktur jalur layang resmi tersambung penuh. PT Jakarta Propertindo (Jakpro) menargetkan moda transportasi ini mulai mengangkut penumpang pada Agustus 2026.

Pencapaian 100 persen struktur jalur layang ini ditandai dengan pemasangan girder terakhir di atas kawasan *Double Double Track* (DDT) Manggarai. Lokasi tersebut menjadi titik konstruksi paling krusial karena melintang tepat di atas jalur kereta api aktif dengan intensitas perjalanan yang tinggi.

Direktur Utama Jakpro Iwan Takwin mengakui bahwa kawasan DDT Manggarai merupakan tantangan terbesar dalam pengerjaan Fase 1B. Proses konstruksi di area ini menuntut koordinasi ekstra ketat demi menjamin keselamatan sekaligus menjaga kelancaran operasional perkeretaapian yang tetap berjalan.

Area DDT Manggarai merupakan titik kritikal terakhir dalam pembangunan LRT Jakarta Fase 1B,” ujar Iwan di Jakarta, Kamis (9/7/2026).

Berdasarkan data hingga pekan keempat Juni 2026, progres fisik keseluruhan proyek LRT Jakarta Fase 1B telah menyentuh angka 94,061 persen. Fokus pengerjaan selanjutnya dialihkan pada penyelesaian konstruksi tahap akhir dan pematangan sistem pendukung operasional.

Iwan memproyeksikan rute Velodrome-Manggarai ini akan meningkatkan konektivitas antarwilayah dan memperkuat integrasi transportasi publik di Ibu Kota. Moda berbasis listrik ini juga ditargetkan menekan emisi karbon hingga 2.927.250 ton CO₂e.

Setelah LRT Jakarta Fase 1A dan 1B beroperasi penuh, Jakpro menargetkan kedua rute tersebut mampu melayani hingga 18 juta penumpang pada 2028. Perseroa berkomitmen merampungkan seluruh tahapan konstruksi dan uji sistem sesuai jadwal agar manfaatnya segera dinikmati masyarakat.

Penuntasan struktur jalur layang LRT Jakarta Fase 1B menjadi penentu utama percepatan integrasi transportasi publik di Jakarta. Konektivitas yang tercipta dari rute Velodrome-Manggarai diharapkan memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global. Selain itu, target pengurangan emisi karbon hingga 2.927.250 ton CO₂e menunjukkan bahwa transisi ke transportasi massal berbasis listrik berfungsi ganda, yakni menunjang mobilitas warga sekaligus menjadi strategi mitigasi polusi perkotaan yang terukur.

Share This Article
Jurnalis
Follow:
Lebih suka bekerja di balik layar, tapi pastikan selalu update dengan apa yang terjadi di luar sana.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *