Ekspedisi Cicatih Elpala Tanamkan Kepedulian Lingkungan dan Patriotisme

Michael Ivan
By
Michael Ivan
Jurnalis
Lebih suka bekerja di balik layar, tapi pastikan selalu update dengan apa yang terjadi di luar sana.
- Jurnalis
5 Min Read

HEADLINNEWS.IDSUKABUMI, Kesuksesan Ekspedisi Cicatih Elpala yang menempuh perjalanan dari hulu Sungai Cimelati hingga Pelabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat, tidak hanya diukur dari keberhasilan melintasi medan alam. Ekspedisi yang berlangsung pada 4–10 Juli 2026 itu juga menjadi ruang belajar untuk menumbuhkan semangat persaudaraan, kepedulian terhadap lingkungan, patriotisme, dan pembentukan karakter generasi muda pencinta alam.

Ekspedisi merupakan gagasan Rumah Elpala, wadah alumni Elpala SMA Negeri 68 Jakarta, bersama anggota aktif Elpala SMA Negeri 68 Jakarta. Kegiatan ini memadukan petualangan alam, konservasi, regenerasi organisasi pencinta alam, serta pembuatan film dokumenter yang merekam perjalanan melintasi hutan hujan tropis Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) hingga pengarungan Sungai Cicatih menuju Pelabuhanratu.

Perjalanan tersebut membutuhkan kesiapan fisik, kemampuan teknis, serta dukungan berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap pendidikan alam bebas, konservasi lingkungan, dan pembentukan karakter generasi muda.

Pendiri Elpala, Dar Edi Yoga dan Eka Bama Putra, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung sehingga Ekspedisi Cicatih Elpala dapat berlangsung lancar dan mencapai tujuannya.

Menurut keduanya, keberhasilan sebuah ekspedisi tidak hanya diukur dari tercapainya titik akhir perjalanan, tetapi juga dari proses yang membentuk mental, keterampilan, tanggung jawab, dan nilai-nilai kehidupan para peserta.

“Yang paling berharga dari sebuah ekspedisi bukan hanya tujuan yang dicapai, tetapi proses yang dilalui. Di sepanjang perjalanan, para peserta belajar arti kebersamaan, saling membantu, bertanggung jawab, serta memahami bahwa alam mengajarkan banyak hal tentang kehidupan,” ujar Dar Edi Yoga, Minggu (12/7/2026).

Dukungan dalam ekspedisi ini juga datang dari organisasi pencinta alam Wanadri yang mengirimkan anggota berpengalaman dalam kegiatan pengarungan sungai menggunakan perahu karet dan kano.

Selain memberikan pendampingan teknis, Wanadri menyediakan dua unit perahu karet dan tiga kano untuk mendukung keselamatan serta kelancaran pengarungan Sungai Cicatih yang menjadi salah satu bagian utama ekspedisi.

Dukungan lainnya berasal dari Boogie yang menyediakan tiga perahu karet, serta PMBC (Pickup Mini Bus Community) yang membantu mobilisasi peralatan, perahu, dan peserta selama rangkaian kegiatan berlangsung.

Kementerian Kehutanan turut memberikan dukungan melalui izin masuk ke kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Sementara itu, Korem Surya Kencana membantu kelancaran kegiatan sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan ekspedisi.

Ucapan terima kasih secara khusus juga disampaikan kepada Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, atas dukungannya terhadap penyelenggaraan Ekspedisi Cicatih Elpala.

Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menilai kegiatan seperti Ekspedisi Cicatih Elpala berperan dalam membentuk karakter generasi muda melalui pengalaman langsung di alam terbuka.

Menurutnya, ekspedisi tidak hanya mengasah kemampuan teknis dan jiwa kepemimpinan, tetapi juga menanamkan disiplin, kerja sama, semangat pantang menyerah, kepedulian terhadap lingkungan, dan rasa cinta tanah air sebagai bagian dari nilai dasar bela negara.

“Kementerian Pertahanan mendukung berbagai kegiatan positif yang mampu membentuk karakter generasi muda dan menumbuhkan kesadaran bela negara melalui pengalaman nyata di lapangan. Ekspedisi seperti ini merupakan contoh kolaborasi yang baik dalam menyiapkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berkarakter, serta memiliki kepedulian terhadap bangsa, negara, dan kelestarian alam,” ujar Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait.

Dar Edi Yoga mengatakan keterlibatan siswa Elpala SMA Negeri 68 Jakarta yang masih duduk di kelas XI dan XII menjadi bagian penting dari tujuan ekspedisi tersebut.

“Mereka mendapatkan pengalaman yang tidak bisa diperoleh hanya melalui teori. Mereka belajar teknik kegiatan alam bebas, manajemen perjalanan, keselamatan, kerja sama tim, kepemimpinan, sekaligus memahami arti persaudaraan dan patriotisme,” katanya.

Menurut Dar, alam menjadi ruang belajar yang mampu membentuk generasi muda agar memiliki ketangguhan mental dan keterampilan dalam menghadapi berbagai tantangan.

“Mereka belajar bahwa keberhasilan tidak diraih sendiri. Ada kerja sama, kepedulian, dan rasa saling menjaga. Nilai-nilai inilah yang menjadi bekal penting bagi kehidupan mereka,” ujarnya.

Sementara itu, pendiri Elpala sekaligus sutradara film dokumenter Ekspedisi Cicatih Elpala, Eka Bama Putra, mengatakan film yang diproduksi dalam ekspedisi tersebut tidak hanya merekam keindahan alam dan perjalanan petualangan, tetapi juga nilai-nilai kemanusiaan yang tumbuh selama kegiatan berlangsung.

“Alam adalah ruang belajar yang luar biasa. Di sana seseorang belajar menghadapi keterbatasan, mengasah keterampilan, membangun persaudaraan, serta memahami pentingnya menjaga lingkungan,” ujar Bama.

Ia menambahkan, kegiatan pencinta alam harus selalu dijalankan dengan persiapan yang matang, kemampuan yang memadai, serta tetap mengutamakan keselamatan.

“Petualangan bukan sekadar keberanian untuk berangkat, tetapi bagaimana seseorang mampu bertanggung jawab terhadap dirinya, timnya, dan lingkungan yang dijelajahi,” pungkasnya.

Editor: Michael Ivan
Share This Article
Jurnalis
Follow:
Lebih suka bekerja di balik layar, tapi pastikan selalu update dengan apa yang terjadi di luar sana.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!