HEADLINNEWS.ID – SEMARANG – Produk teri yang dibudidayakan Universitas Diponegoro (Undip) dan menggandeng industri menjalin kerja sama, terus melebarkan sayap di pasar internasional dan dijual di berbagai negara.
Mulai dari proses budidaya, pengolahan produk, hingga pengiriman ke luar negeri didukung dengan melibatkan kolaborasi kampus Undip, industri, dan masyarakat.
Selain budidaya berhasil meraih keuntungan besar, kesempatan kerja dan perekonomian warga di wilayah pesisir Laut Jawa juga didorong dengan bergantung pada industri perikanan tersebut. Keberhasilan yang dirasakan tidak sekadar ekspor mampu terus meningkat dan lebih luas, tetapi juga dampak sosial serta ekonomi yang diciptakan bagi kehidupan masyarakat.
Terdapat dua negara tujuan ekspor produk industri budidaya teri binaan Undip, yakni Jepang dan Singapura. Selama ini, perusahaan Jepang Marutetsu Co., Ltd., dan Undip bersinergi bersama dalam mengembangkan produk-produk hasil perikanan.
Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Suharnomo mengatakan bahwa pengembangan budidaya dan kerja sama dengan industri binaan bukan hanya melihat keberhasilan capaian produksi. Selain itu, aspek dari sisi manfaat yang diterima masyarakat termasuk kontribusi akademik, juga diharapkan menjadi bentuk keberhasilan.
“Program ini menunjukkan bagaimana riset, teknologi, dan kemitraan internasional dapat menciptakan peluang ekonomi baru bagi warga pesisir,” ucap Suharnomo, melalui keterangan resmi kampus, Rabu (1/7).
Dalam menjalankan produksi dan budidaya, kurang lebih 200 orang warga menjadi pekerja untuk penyiapan produksi, pengolahan, hingga pembuatan teri yang memiliki standar kualitas ekspor.
Melalui pembinaan tersebut, Undip berharap perguruan tinggi hadir langsung memberikan pengabdian serta pemberdayaan untuk masyarakat, mendorong perekonomian semakin produktif, dan terus konsisten mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) berkualitas di industri perikanan.
Rektor Undip mengharapkan masyarakat dilibatkan dalam proses produksi dan menjadi bagian terpenting dari industri perikanan tersebut untuk mendorong beragam hasil diperoleh sekaligus merasakan berbagai manfaat.
Menurut Suharnomo, pemberdayaan warga tersebut bukan sekadar untuk kesejahteraan dan memberikan dampak sosial maupun peningkatan ekonomi, tetapi juga turut mendukung penerapan akademik dengan pembinaan yang menyiapkan untuk menjadi peluang bagi perekonomian di pesisir.
“Proses produksi yang dijalankan seluruhnya melibatkan warga pesisir bermata pencaharian nelayan. Perguruan tinggi harus mampu menghadirkan dampak nyata. Selain terciptanya lapangan pekerjaan, juga memberikan kesempatan untuk belajar dan berkembang melalui berbagai pelatihan yang didampingi Undip,” ucap Suharnomo.

