Perusahaan Harus Bersiap Hadapi Suku Bunga Tinggi

Ada beberapa alternatif strategi yang bisa dilakukan perusahaan dalam menghadapi era suku bunga tinggi.

Nugroho SBM
4 Min Read

HEADLINNEWS.IDSetelah bertahan 6 bulan sejak November 2025, BI telah menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate dari 4,75 persen menjadi 5,50 persen di awal Juni 2026. BI Rate kemudian dinaikkan lagi menjadi 5,75 persen seminggu kemudian.

Langkah BI menaikkan BI Rate dengan kenaikan yang cukup tinggi dalam waktu singkat tersebut diambil karena terus terdepresiasinya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hingga sempat mencapai level psikologis Rp18.000 per dolar AS.

Terus terdepresiasinya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tersebut tentu punya dampak negatif terhadap perekonomian Indonesia karena ketergantungan Indonesia terhadap impor yang tinggi dan juga besarnya kewajiban pembayaran cicilan dan bunga utang luar negeri.

Terdepresiasinya rupiah terhadap dolar AS membuat harga barang-barang impor naik yang akan memicu inflasi. Demikian pula cicilan dan bunga utang luar negeri akan mengalami kenaikan tanpa Indonesia menarik utang luar negeri baru.

Pada waktu BI Rate dinaikkan sampai level 5,50 persen, pasar memberikan reaksi positif karena nilai tukar rupiah kemudian naik menjadi di bawah Rp18.000 per dolar AS.

Namun dinamika global antara lain perang AS-Iran yang belum juga usai serta persepsi yang kurang baik terhadap kebijakan fiskal dan ekonomi pada umumnya dari pemerintah membuat kenaikan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS belum menunjukkan hasil yang signifikan.

Saat tulisan ini dibuat, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sekitar Rp17.850 per dolar AS. Nilai tukar tersebut masih terlalu rendah dibandingkan nilai asumsi APBN 2026 sebesar Rp16.500 per dolar AS.

Oleh karena itu bisa diprediksi bahwa BI akan menaikkan lagi BI Rate-nya untuk mencapai nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sesuai nilai wajarnya atau mendekati asumsi APBN 2026.

Perusahaan Harus Siap

Oleh karena itu perusahaan harus siap menghadapi era suku bunga tinggi. Ada beberapa alternatif strategi yang bisa dilakukan perusahaan dalam menghadapi era suku bunga tinggi.

Pertama, perusahaan harus mencari alternatif pendanaan yang lebih murah dibandingkan kredit perbankan.

Tingginya BI Rate tentu akan diikuti dengan tingginya bunga kredit sehingga jika perusahaan bergantung pada kredit perbankan untuk pendanaan usahanya akan mengalami kesulitan.

Salah satu alternatif sumber pendanaan bagi perusahaan besar adalah dengan melakukan go public atau menjual sahamnya di Bursa Efek.

Memang sampai saat ini masyarakat Indonesia belum mau menaruh uangnya di saham, obligasi, atau instrumen pasar modal lainnya karena investasi di pasar modal jika perusahaan tutup, uangnya tidak akan kembali.

Hal ini berbeda dengan tabungan yang jika banknya tutup maka uang nasabah masih bisa kembali karena dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Bagaimana dengan UMKM? UMKM memang belum bisa go public sampai saat ini, maka pemerintah dan BI perlu memberikan subsidi bunga untuk kredit UMKM.

Kedua, perusahaan bisa melakukan efisiensi dengan cara menekan pengeluaran-pengeluaran yang dirasa kurang mendesak.

Contoh pengeluaran yang kurang mendesak antara lain renovasi bangunan kantor atau pabrik untuk memberi kesan perusahaan lebih bonafide (terpercaya).

Ketiga, meningkatkan return investasi (Return on Investment). Gampangnya meningkatkan persentase laba melebihi bunga kredit bank yang harus dibayar.

Caranya antara lain meningkatkan pelayanan purna jual, memberikan diskon, melakukan inovasi dalam kemasan, melakukan pembedaan harga (diferensiasi harga), dan inovasi lainnya.

Salah satu contoh inovasi yang pernah dilakukan oleh perusahaan-perusahaan ketika terjadi Krisis Moneter tahun 1997/1998 yaitu dengan memperkecil kemasan produk sehingga harganya lebih murah dan lebih terjangkau oleh konsumen.

Prof. Dr. Nugroho SBM, M.Si, Guru Besar FEB dan Anggota Dewan Profesor Undip Semarang

Editor: HL-News
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!