Advertisement
Iklan dapat dilewati dalam 5

Peradaban Sirkuler

Fokky Fuad Wasitaatmadja
8 Min Read

HEADLINNEWS.IDPeradaban Agung Manusia

Dalam pemahaman pengetahuan sejarah manusia, kehidupan bergerak dari peradaban kuno menuju maju, dari tradisional menuju modern. Dalam bentuk pemahaman seperti ini peradaban selalu berjalan ke depan, tidak pernah berputar.

Jika pemahaman atas sejarah peradaban manusia berjalan lurus ke depan dan tidak berputar, maka apapun yang terjadi di masa lalu adalah tradisional, kuno, tertinggal, bahkan muncul anggapan tak beradab. Apakah peradaban manusia selalu bersifat berjalan lurus secara mutlak?

Bangunan peradaban masa lalu, Kuil Maya-Inca, Piramida Mesir Kuno, atau bahkan munculnya Situs Piramida Gunung Padang di Cianjur sejatinya menunjukkan sebuah kemampuan penguasaan ilmu dan teknologi sebuah peradaban manusia. Akurasi dan presisi konstruksi yang terdapat dalam bangunan situs-situs arkeologi tersebut menunjukkan kemampuan manusia di masa lalu yang telah menguasai pengetahuan dan teknologi yang begitu maju.

Peradaban tertua di muka bumi bumi tercatat dalam sejarah adalah peradaban Mesopotamia. Ia telah ada sejak tahun 3500 SM, dan membentang di sepanjang kawasan Timur Tengah mulai kawasan Irak, Suriah hingga Turki saat ini (bbc.com, 2017). Peradaban Mesopotamia ini diperkirakan hancur akibat terjadinya banjir besar.

Dalam al-Qur’an terdapat beberapa petunjuk, antara lain tentang kehebatan atas kemampuan mereka memahat gunung-gunung untuk menjadi hunian tenpat tinggal yang dilakukan oleh kaum Madyan dan Tsamud (Qs.7:85, 15:78, 26: 176). Peninggalan situs-situs pemahat gunung yang sangat presisi ini tampaknya sudah tidak lagi dimiliki dan dikuasai oleh manusia di Abad 21 ini.

Kaum Tsamud diperkirakan hidup pada 2500 tahun yang lalu. Kaum ini hidup pada era Kerajaan Nabatea yang membentang di kawasan jazirah Arab. Kaum ini awalnya hidup secara berpindah hingga akhirnya menetap dan mampu membangun kota-kota yang megah. Kaum ini menguasai kemampuan hidrolik yang sangat menakjubkan guna membangun sarana irigasi perkotaan (nationalgeographic.grid.id, 2023).

Peradaban Mesir Kuno mampu membangun piramida yang hingga kini masih berdiri kokoh. Peradaban ini diperkirakan sudah ada sejak 9000 tahun yang lalu. Peradaban Mesir Kuno ini menguasai kemampuan pengetahuan seperti matematika hingga penggunaan tanggal dengan menggunakan sistem penghitungan matahari. Begitu majunya peradaban ini hingga beberapa filsuf dan ilmuwan Yunani juga belajar disini (Mukhaer, 2023).

Tidak hanya piramida, Mesir juga memiliki kekayaan ilmu yang luar biasa dengan didirikannya Perpustakaan Alexandria sebagai Perpustakaan terbesar di dunia kala itu yang menyimpan setidaknya 1 juta manuskrip. Sayangnya Perpustakaan ini hancur pada tahun 48 SM (kompas.com, 2023). Di dalam perpustakaan ini tersimpan dokumen-dokumen arsip ilmu pengetahuan yang sangat luar biasa meliputi kedokteran, matematika, ilmu pengetahuan alam, hukum, retorika, sejarah, dan lainnya (Suseno, 2021).

Peradaban Maya-Inca di Benua Amerika juga tidak kalah menakjubkan. Bangsa Maya dan Inca memiliki kemampuan teknologi pertanian yang begitu maju. Mereka memiliki kemampuan untuk menanam jagung di lahan yang curam guna menahan erosi yang timbul sekaligus membangun cadangan pangan. Selain itu mereka mampu membangun observatorium serta jalanan yang luas. Tidak heran karena kaum ini memiliki kemampuan di bidang matematika dan astronomi (Fahira Khan, 2025).

Lenyapnya Sebuah Peradaban & Proses Sirkuler

Kepunahan yang terjadi tercatat dalam sejarah maupun dokumen keagamaan seperti yang tertera dalam Kitab Suci Agama.

Peradaban-peradaban dunia yang ada sejak berabad silam kini telah punah dan musnah. Beberapa petunjuk kepunahan peradaban tersebut disebabkan oleh banyak hal, mulai bencana alam, peperangan, juga penghancuran secara sengaja, juga karena kesombongan manusia itu sendiri.

Peradaban Maya lenyap sekitar 1000 tahun lalu. Para ahli menjelaskan bahwa lenyapnya peradaban Maya ini disebabkan oleh adanya kekeringan yang melanda Meksiko kala itu. Kekeringan yang terjadi kala itu cukup ekstrem yang mengakibatkan penguapan sumber air danau kala itu (Widyaningrum, 2018).

Kaum Tsamud dengan peradaban yang tinggi juga mengalami kehancuran akibat kesombongan mereka. Allah menghancurkan mereka melalui suara guntur yang menggelegar (Qs.[11]: 67, [69]: 5). Sebuah kaum yang berperadaban tinggi hancur karena sebuah keangkuhan atas kekuasaan Tuhan. Seperti halnya yang terjadi pada kaum Soddom (Kaum Luth) yang hancur akibat gempa dahsyat pada tahun 1400 SM (britaannica.com, 2025).

Hancur dan lenyapnya sebuah peradaban menunjukkan sebuah proses sirkuler perputaran hidup manusia. Sebuah bangsa yang begitu besar dapat lenyap oleh beragam bencana yang datang. Bangsa bahkan hamparan bumi yang lenyap dan hancur digantikan oleh sebuah kaum yang baru. Tidak semua lenyapnya peradaban besar manusia terekam dalam Kitab Suci al-Qur’an. Beberapa tercatat di dalamnya seperti banjir besar Nabi Nuh, dan kehancuran kaum Tsamud, Aad, Madyan, juga kaum Soddom (kaum Nabi Luth).

Hal menarik adalah peradaban yang baru akan memulainya lagi dari awal kehidupan. Inilah yang dimaksud dengan proses sirkuler. Dalam kaitan dengan proses sirkuler ini terdapat petunjuk dari dua Ayat Qur’an di bawah ini menjadi hal menarik untuk ditelaah:

“kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya” (Qs. Al Maidah [5]: 54).

Ayat ini menjelaskan bahwa Allah dengan mudah mendatangkan suatu kaum yang baru sebagai pengganti dari kaum yang telah melakukan penyimpangan atas perintah-perintah Allah dengan kesombongan.

Ayat berikutnya menjelaskan:

“(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit,” (Qs.Ibrahim [14]: 48).

Ayat ini menjelaskan bahwa bumi ini dengan mudah diganti dengan bumi lainnya. Allah dengan amat mudah mengganti bumi dan segenap kehidupan yang ada dengan yang baru.

Allah dengan mudah menghancurkan bumi, dan menggantikannya dengan yang baru. Sejarah mencatat peristiwa banjir besar Nabi Nuh sebagai sebuah peristiwa sejarah manusia. Peradaban manusia kala itu nyaris musnah sejak peristiwa banjir Nabi Nuh. Seluruh penjuru bumi nyaris musnah diterjang air bah. Peristiwa tersebut diperkirakan terjadi pada sekitar tahun 2900 SM (nationalgeographic.grid.id, 2025).

Rekaman kisah dalam Kitab Suci menggambarkan sebuah fragmen kehidupan manusia yang menentang Tuhan. Di dalam kitab suci menjelaskan sebuah informasi adanya kehidupan baru yang menggantikan kehidupan yang telah ada sebelumnya. Hal menarik adalah bahwa kehidupan sebuah peradaban tampaknya akan bermula lagi dari awal (reset) ketika ia telah mencapai batas maksimalnya. Di situ Allah melalui hukum alam bekerja memulai segalanya kembali dari nol secara sirkuler.

Proses sirkuler tidaklah bermakna terjadinya proses reinkarnasi, tetapi sebuah proses berputarnya kehidupan peradaban manusia yang berhenti lalu digantikan dengan kehidupan makhluk yang baru. Kehidupan lama telah berakhir dan mengalami proses kehancurannya. Tercipta sebuah kehidupan baru dan berputar kembali untuk memulai sebuah kehidupan manusia dan makhluk yang baru.

Penutup

Tampaknya hidup tidak seperti yang dibayangkan berjalan semata lurus ke depan, melainkan tercipta bentuk sirkuler atau berputar dari awal menuju titik akhir dan kembali berputar. Ujungnya adalah ketika Allah sendiri menghentikan proses sirkuler ini dengan hadirnya kiamat bagi alam semesta.

“Masa kejayaan dan kehancuran itu Kami pergilirkan di antara manusia agar mereka mendapat pelajaran.” (Qs. Ali Imran [3]: 140)

Editor: HL-News
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!