HEADLINNEWS.ID – Pemerintah Kota Semarang mulai mematangkan sejumlah agenda besar untuk meningkatkan kualitas layanan Trans Semarang. Selain mempercepat penggunaan bus listrik, pemerintah juga menyiapkan pembangunan jalur khusus Bus Rapid Transit (BRT) agar perjalanan angkutan umum tidak lagi terjebak kemacetan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi transportasi publik yang sedang dijalankan Pemkot Semarang bersama pemerintah pusat melalui program Indonesia Mass Transit Project (MASTRAN). Program ini menempatkan Semarang sebagai salah satu kota prioritas pengembangan sistem angkutan massal modern di Indonesia.
Dalam rencana pengembangannya, tiga koridor diproyeksikan memperoleh jalur khusus BRT, yakni ruas Simpang Ngaliyan–Simpang Fatmawati, Stasiun Tawang–Tugu Muda, dan Simpang Lima–Jalan Veteran. Kehadiran jalur tersebut diharapkan mampu meningkatkan kecepatan perjalanan sekaligus membuat jadwal operasional Trans Semarang lebih konsisten.
Modernisasi juga menyasar armada. Pemerintah berencana mengganti bus berbahan bakar diesel dengan bus listrik secara bertahap. Sebelum diterapkan secara penuh, armada listrik telah menjalani uji coba pada sejumlah koridor untuk mengukur kesiapan operasional maupun pelayanan kepada penumpang.
Tak hanya menghadirkan teknologi yang lebih ramah lingkungan, pembaruan armada juga dilakukan terhadap bus-bus yang telah memasuki usia operasional. Penggantian kendaraan diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan sekaligus menjaga standar keselamatan layanan.

Saat ini Trans Semarang melayani delapan koridor utama dan empat rute feeder yang dioperasikan sejumlah perusahaan mitra. Jaringan tersebut menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat di berbagai wilayah Kota Semarang.
Di balik pengembangan infrastruktur dan armada, perhatian juga diarahkan pada aspek tata kelola. Pemkot Semarang kini memiliki dasar hukum melalui Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Perhubungan yang memberikan kepastian terhadap dukungan pembiayaan transportasi publik.
Selain itu, muncul dorongan agar sistem penghasilan pengemudi disesuaikan dengan jenis kendaraan yang dioperasikan. Skema tersebut dinilai dapat meningkatkan kesejahteraan sekaligus mendorong profesionalisme layanan.
Dengan berbagai pembenahan tersebut, Pemkot Semarang berharap Trans Semarang tidak hanya berkembang sebagai moda transportasi massal yang lebih modern, tetapi juga menjadi solusi mobilitas perkotaan yang efisien, rendah emisi, dan semakin diminati masyarakat.

