Kafe Beri Kesempatan Kerja Penyandang Down Syndrome, Netizen Terharu

Michael Ivan
By
Michael Ivan
Jurnalis
Lebih suka bekerja di balik layar, tapi pastikan selalu update dengan apa yang terjadi di luar sana.
- Jurnalis
4 Min Read

HEADLINNEWS.IDJakarta, Sebuah video yang memperlihatkan penyandang Down syndrome bekerja sebagai barista dan pelayan di Kopi Kamu, Jakarta, menjadi perhatian warganet. Video tersebut memperlihatkan mereka melayani pelanggan secara mandiri dengan pendampingan rekan kerja, lalu mendapat apresiasi luas di kolom komentar media sosial.

Dalam video berdurasi sekitar 54 detik itu, seorang pelayan bernama Nabila terlihat mengantarkan dua gelas minuman ke meja pelanggan. Setelah pesanan selesai disajikan, ia merapikan nampan lalu memberikan tepuk tangan kecil sebagai ekspresi bahwa tugasnya telah selesai.

Pelanggan yang merekam video terdengar mengucapkan, “Makasih neng,” sebelum Nabila kembali menuju area barista.

Cuplikan berikutnya memperlihatkan dua pelayan lain, Arik dan Usman, bekerja sama mengantarkan makanan kepada pelanggan. Arik membawa nampan berisi makanan, sementara Usman mendampinginya hingga pesanan berhasil disajikan.

Usai makanan diterima pelanggan, Usman menepuk dada kirinya, mengangkat kedua tangan sambil tersenyum lebar sebagai bentuk rasa syukur. Pelanggan yang berada di sekitar meja terlihat ikut tersenyum melihat interaksi tersebut.

Pada bagian akhir video, seorang pelayan pria lainnya mengantarkan dua gelas kopi, merapikan sedotan di atas meja, kemudian memberikan isyarat jempol ke arah kamera.

Video juga menampilkan aktivitas lain di area dapur dan bar, mulai dari Nabila menuangkan minuman, membawa pesanan menggunakan nampan, hingga seorang pekerja lain menyiapkan minuman di area kasir.

Respons warganet didominasi apresiasi terhadap kesempatan kerja yang diberikan kepada penyandang disabilitas intelektual tersebut.

Akun @jalaraningtresna99 menulis, “Aku liat ini aja langsung mrebes mili.”

Sementara @deegitt__ berkomentar, “Sehat untuk ownernya sekeluarga dan buat temen-temen yang kerja.”

Komentar lain datang dari @r_widya89 yang menulis, “Mereka tuh kalau diajarin bisa loh dan pinter.”

Banyak pula warganet menyatakan ingin berkunjung ke kafe tersebut. Akun @xzweird menulis, “Pengen kesiniiii,” sedangkan @pendekar_9samudera berkomentar, “Kerennn kapan-kapan kesana.”

Sejumlah pengguna media sosial juga menanyakan jadwal operasional para pekerja penyandang Down syndrome serta lokasi lengkap kafe tersebut.

Komentar yang mendapat perhatian datang dari akun @nofriwandi9968, yang mengaku memiliki anak dengan Down syndrome.

“Saya sangat terharu. Terima kasih. Saya juga punya anak disabilitas Down syndrome. Ini lokasinya dimana kak, boleh bergabung?”

Selain mengapresiasi Kopi Kamu, beberapa netizen turut membagikan informasi mengenai kafe inklusif lain di Indonesia, seperti Kopi Egalita di Yogyakarta yang mempekerjakan barista tuli-buta, serta Kafe Sunyi di Jakarta yang dijalankan bersama komunitas penyandang disabilitas.

Seorang pengunjung lain melalui akun @itsme_michloveat juga membagikan pengalamannya setelah datang langsung ke Kopi Kamu.

“Senang banget pas tahu ada cafe yang memberikan kesempatan kepada kaum Down syndrome yang ternyata sangat hebat, talented, dan semangat dalam bekerja.”

Hingga video tersebut beredar luas di media sosial, belum terdapat pernyataan resmi dari manajemen Kopi Kamu terkait jumlah pekerja penyandang disabilitas maupun program inklusi yang dijalankan.

Video ini memperlihatkan praktik inklusi ketenagakerjaan melalui pemberian kesempatan kerja kepada penyandang Down syndrome di sektor jasa. Respons warganet menunjukkan tingginya dukungan publik terhadap perusahaan yang membuka ruang kerja bagi penyandang disabilitas.

Namun, apresiasi publik belum cukup menjadi ukuran keberhasilan program inklusi. Informasi mengenai sistem pelatihan, pendampingan, perlindungan tenaga kerja, hingga keberlanjutan kesempatan kerja masih menjadi aspek yang perlu dijelaskan oleh pihak pengelola agar praktik tersebut dapat menjadi rujukan bagi pelaku usaha lain.

Editor: Michael Ivan
Share This Article
Jurnalis
Follow:
Lebih suka bekerja di balik layar, tapi pastikan selalu update dengan apa yang terjadi di luar sana.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!