HEADLINNEWS.ID – Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Pondok Rimbawan, Bandar Lampung, Lampung, Sabtu (27/6/2026). Dalam forum tersebut, Jokowi menegaskan target PSI pada Pemilu 2029 bukan sekadar lolos ke DPR, sementara di luar lokasi kegiatan muncul aksi penolakan dari Forum Suara Masyarakat Lampung (FSML).
Di hadapan pengurus dan kader PSI, Jokowi mengatakan target partainya pada Pemilu 2029 lebih besar daripada sekadar memperoleh kursi di DPR.
“Target kita ini bukan target kecil, bukan target masuk Senayan. Masuk Senayan itu insyaallah masuk, percaya saya, tapi angka yang kita targetkan itu angka yang tidak kecil,” ujar Jokowi dalam Rakorda DPD PSI, dikutip dari siaran YouTube KompasTV, Sabtu (27/6/2026).
Jokowi menegaskan target tersebut hanya dapat dicapai apabila seluruh struktur partai bekerja secara aktif hingga tingkat bawah. Menurutnya, mesin partai harus diperkuat agar mampu menghadapi kontestasi politik nasional pada 2029.
Ayah Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep itu juga meminta seluruh kader bekerja maksimal. Ia menilai PSI berpeluang menjadi partai besar apabila seluruh elemen partai bergerak secara konsisten dan terorganisasi.
Di saat bersamaan, kunjungan politik Jokowi ke Lampung mendapat penolakan dari sebagian masyarakat. Massa yang tergabung dalam Forum Suara Masyarakat Lampung (FSML) menggelar aksi unjuk rasa di Bundaran Tugu Adipura, Kota Bandar Lampung, Sabtu (27/6/2026).
Koordinator Aksi FSML, Merry, menyatakan pihaknya menilai safari politik tersebut belum tepat dilakukan karena masih ada sejumlah persoalan yang menurut mereka perlu diselesaikan terlebih dahulu.
“Kami menyayangkan Pak Jokowi hari ini mau keliling seluruh Indonesia. Ke Lampung ini adalah provinsi yang pertama. Sementara selesaikan dulu perkaranya supaya tidak ada kegaduhan,” kata Merry saat aksi berlangsung.
Aksi tersebut berlangsung bersamaan dengan agenda Rakorda PSI di Bandar Lampung. Hingga kegiatan selesai, agenda Rakorda tetap berjalan sesuai jadwal dan tidak dilaporkan mengalami gangguan.
Safari politik Jokowi dijadwalkan berlanjut ke sejumlah daerah sebagai bagian dari konsolidasi PSI menjelang Pemilu 2029. Sementara itu, respons terhadap penolakan yang disampaikan massa FSML masih dinantikan dari pihak Jokowi maupun pengurus PSI.
Pernyataan Jokowi mengenai target besar PSI menjadi sinyal bahwa konsolidasi menuju Pemilu 2029 telah dimulai lebih awal. Fokus yang disampaikan bukan hanya memastikan PSI masuk DPR, tetapi meningkatkan perolehan suara secara signifikan melalui penguatan struktur dan mesin partai.
Di sisi lain, munculnya aksi penolakan di Lampung menunjukkan safari politik tersebut juga memunculkan respons berbeda di masyarakat. Situasi ini memperlihatkan bahwa agenda konsolidasi politik berjalan bersamaan dengan tuntutan sebagian kelompok masyarakat yang meminta penyelesaian sejumlah persoalan yang masih menjadi perhatian publik. Perkembangan respons dari kedua pihak berpotensi menjadi isu yang terus diikuti menjelang tahapan politik berikutnya.

