HEADLINNEWS.ID – Ketua Paguyuban Alumni SMA Negeri 68 Jakarta, Iqbal Wilis, menyatakan dukungan terhadap Ekspedisi Sungai Cicatih yang akan berlangsung pada 4-12 Juli 2026. Kegiatan yang digagas alumni Elpala ini akan mendokumentasikan perjalanan Sungai Cicatih dari hulu hingga muara sebagai media edukasi lingkungan bagi masyarakat.
Ekspedisi diprakarsai salah satu pendiri Elpala SMA Negeri 68 Jakarta, Eka Bama Putra. Kegiatan tersebut melibatkan siswa yang tergabung dalam Ekstrakurikuler Pecinta Alam (Elpala) bersama alumni lintas angkatan.
Tim ekspedisi akan menyusuri Sungai Cicatih mulai dari kawasan hulu di lereng Gunung Salak hingga bermuara di Pantai Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Seluruh perjalanan dijadwalkan berlangsung selama sembilan hari, yakni pada 4-12 Juli 2026.
Film dokumenter yang dipersiapkan akan merekam kondisi sungai, keanekaragaman hayati, kehidupan masyarakat di sepanjang aliran sungai, serta berbagai tantangan pelestarian daerah aliran sungai. Dokumentasi tersebut ditujukan sebagai bahan edukasi bagi sekolah, komunitas lingkungan, dan masyarakat umum.
Ketua Paguyuban Alumni SMA Negeri 68 Jakarta, Iqbal Wilis, mengatakan organisasi yang dipimpinnya memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut karena dinilai memiliki nilai pendidikan dan kepedulian lingkungan.
“Paguyuban Alumni SMA 68 Jakarta mendukung penuh kegiatan ini. Kami berharap ekspedisi dan film dokumenter Sungai Cicatih dapat menjadi media edukasi tentang pentingnya menjaga air sebagai sumber kehidupan sekaligus menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap lingkungan,” ujar Iqbal Wilis, Jumat (26/6).
Pendiri sekaligus Ketua Pertama Elpala SMA Negeri 68 Jakarta, Dar Edi Yoga, mengatakan ekspedisi menjadi bagian dari proses pembelajaran karakter yang telah diterapkan sejak organisasi berdiri pada 1986.
“Air adalah sumber kehidupan. Melalui ekspedisi ini kami ingin mengajak generasi muda memahami bahwa menjaga sungai berarti menjaga masa depan. Film dokumenter ini diharapkan menjadi warisan pengetahuan yang menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan,” kata Dar Edi Yoga.
Menurut Dar Edi Yoga, keterlibatan siswa aktif dan alumni lintas angkatan diharapkan mampu memperkuat proses transfer pengalaman, kepemimpinan, disiplin, serta tanggung jawab terhadap lingkungan.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Ekspedisi, Eka Bama Putra, menjelaskan seluruh peserta saat ini menjalani latihan intensif sebagai persiapan menghadapi kondisi lapangan. Materi yang diberikan meliputi teknik penelusuran sungai, keselamatan, navigasi, dokumentasi, hingga kerja sama tim.
Eka Bama Putra menambahkan hasil dokumentasi nantinya diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran mengenai konservasi daerah aliran sungai sekaligus mendorong tumbuhnya gerakan pelestarian sungai di berbagai daerah di Indonesia.
Ekspedisi Sungai Cicatih memperlihatkan kolaborasi antara pelajar dan alumni dalam kegiatan konservasi berbasis pendidikan. Produksi film dokumenter berpotensi memperluas akses masyarakat terhadap informasi mengenai kondisi sungai, fungsi daerah aliran sungai, serta pentingnya pelestarian sumber daya air. Jika dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh sekolah dan komunitas, dokumentasi tersebut dapat menjadi referensi edukasi lingkungan sekaligus memperkuat kesadaran publik terhadap perlindungan ekosistem sungai.

