Blokade Iran Dimulai, AS Lumpuhkan Kapal Tanker dengan Rudal Hellfire

Michael Ivan
By
Michael Ivan
Jurnalis
Lebih suka bekerja di balik layar, tapi pastikan selalu update dengan apa yang terjadi di luar sana.
- Jurnalis
3 Min Read

HEADLINNEWS.ID – Jakarta, Militer Amerika Serikat melumpuhkan sebuah kapal tanker minyak berbendera Curaçao yang berupaya menerobos blokade angkatan laut AS menuju pelabuhan Iran. Insiden itu terjadi pada Rabu (15/7) waktu setempat dan menjadi penghentian paksa pertama sejak blokade kembali diberlakukan.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan kapal tanker M/T Belma tidak membawa muatan saat berusaha melintas menuju Iran. Pesawat militer AS kemudian menembakkan rudal Hellfire ke cerobong asap kapal hingga kapal tersebut tidak lagi melanjutkan pelayarannya.

“Pesawat tersebut melumpuhkan kapal setelah menembakkan rudal Hellfire ke cerobong asap kapal. Kapal tersebut tidak lagi transit ke Iran,” tulis CENTCOM dalam unggahan di media sosial X, sebagaimana dikutip AFP, Kamis (16/7/2026).

Menurut CENTCOM, tindakan terhadap M/T Belma merupakan penghentian paksa pertama sejak Amerika Serikat kembali menerapkan blokade pelabuhan Iran pada Selasa pukul 20.00 GMT.

Dalam 24 jam pertama pemberlakuan kembali blokade, militer AS juga mengalihkan dua kapal komersial yang hendak berlayar di kawasan tersebut.

CENTCOM mencatat, pada periode blokade sebelumnya yang berlangsung dari 13 April hingga 18 Juni, pasukan AS melumpuhkan sembilan kapal dan mengalihkan lebih dari 140 kapal. Blokade itu melarang kapal melakukan pelayaran menuju maupun meninggalkan pelabuhan serta wilayah pesisir Iran.

Sebelumnya, blokade tersebut sempat dicabut setelah Amerika Serikat dan Iran mencapai memorandum of understanding atau nota kesepahaman pada bulan lalu. Kesepakatan itu ditujukan untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama berbulan-bulan.

Namun, perselisihan mengenai Selat Hormuz kembali menjadi salah satu titik utama ketegangan antara kedua negara.

Menanggapi pemberlakuan kembali blokade, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memperingatkan Washington agar “bersiap menghadapi penutupan jalur-jalur ekspor minyak dan gas lainnya yang melayani kepentingan AS dan sekutu-sekutunya”.

IRGC tidak menjelaskan lebih lanjut jalur mana yang dimaksud dalam peringatan tersebut.

Data yang disampaikan menunjukkan blokade pelabuhan Iran kembali memasuki tahap penegakan yang lebih tegas dengan penghentian paksa terhadap kapal tanker M/T Belma. Di sisi lain, respons IRGC memperlihatkan bahwa perselisihan terkait Selat Hormuz masih menjadi sumber ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Berdasarkan data sumber, kedua pihak sama-sama mengambil langkah yang menandai meningkatnya eskalasi, sementara dampak lanjutan dari perkembangan tersebut belum dijelaskan.

Share This Article
Jurnalis
Follow:
Lebih suka bekerja di balik layar, tapi pastikan selalu update dengan apa yang terjadi di luar sana.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *