Pemkot Semarang Kebut Persiapan Sekolah Rakyat, Ratusan Siswa Segera Masuk

Sekolah Rakyat diharapkan dapat mulai beroperasi sesuai jadwal dan menjadi tempat belajar bagi ratusan siswa pada tahun ajaran baru mendatang.

HL-News
By
HL-News
2 Min Read
Oleh: HL-News

HEADLINNEWS.IDPemerintah Kota (Pemkot) Semarang mempercepat berbagai persiapan menjelang operasional Sekolah Rakyat di kawasan Rowosari.

Sekolah berasrama yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu itu ditargetkan mulai menerima siswa pada tahun ajaran baru mendatang.

Sekretaris Daerah Kota Semarang Handi Priyanto mengatakan progres pembangunan Sekolah Rakyat saat ini telah mencapai sekitar 90 persen. Pemerintah menargetkan seluruh pekerjaan dapat diselesaikan pada 10 Juli 2026.

“Saya mengajak para camat untuk melihat langsung lokasi Sekolah Rakyat yang disiapkan bagi warga Kota Semarang. Luas lahannya sekitar 6,5 hektare,” kata Handi saat meninjau lokasi pembangunan.

Selain pembangunan fisik, Pemkot Semarang juga mulai mematangkan kebutuhan operasional sekolah. Persiapan tersebut meliputi penyediaan tenaga pendidik, fasilitas asrama hingga sarana pendukung bagi para siswa.

“Kita rapatkan juga dengan Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan terkait berbagai kebutuhan sekolah, termasuk kesiapan guru transisi sebelum nantinya ada rekrutmen guru khusus,” ujarnya.

Menurut Handi, sebagian besar fasilitas dasar telah tersedia, mulai dari dapur, perlengkapan memasak, tempat tidur, toilet hingga kebutuhan utilitas seperti air bersih.

“Untuk kebutuhan dasar sudah siap. Tinggal beberapa penyelesaian kecil yang terus kita cermati. Jangan sampai anak-anak pindah ke sini sementara fasilitasnya belum siap,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Semarang Agus Junaidi mengatakan Sekolah Rakyat akan menampung sebanyak 270 siswa yang terbagi pada jenjang SD, SMP dan SMA.

“Total ada 270 siswa, masing-masing 90 siswa untuk SD, SMP dan SMA. Mereka berasal dari keluarga yang masuk kategori desil 1 dan desil 2,” katanya.

Agus mengakui masih ada sejumlah orang tua yang belum sepenuhnya yakin dengan konsep sekolah berasrama, terutama bagi anak usia sekolah dasar.

“Rata-rata yang masih ragu adalah orang tua siswa SD karena belum terbiasa berpisah dengan anak. Namun kami terus memberikan pemahaman bahwa mereka tetap bisa menjenguk anak-anaknya sesuai jadwal yang ditetapkan,” ujarnya.

Dengan progres pembangunan yang hampir selesai dan berbagai kebutuhan operasional yang terus dimatangkan, Pemkot Semarang optimistis Sekolah Rakyat dapat mulai beroperasi sesuai jadwal pada tahun ajaran baru mendatang.

Editor: HL-News
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!