Teknologi Desalinasi Air Buatan Undip, Beri Pelayanan Air Bersih di Nusakambangan

Dicky Aditya
3 Min Read
Teknologi desalinasi air hasil penelitian Undip dikembangkan untuk menjawab kebutuhan air bersih bagi penghuni dan petugas di kawasan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan

HEADLINNEWS.ID – CILACAP – Universitas Diponegoro (Undip) mengembangkan teknologi desalinasi atau pemanfaatan air laut untuk menyediakan pelayanan air minum bagi kawasan Nusakambangan. Akan dimanfaatkan melayani kebutuhan air minum sebanyak 20 ribu liter per hari di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) untuk para penghuni serta petugas.

Kehadiran teknologi tersebut tidak hanya menjawab kendala keterbatasan pasokan air bersih di wilayah yang selama ini kesulitan, tetapi juga menunjukkan bagaimana hasil riset perguruan tinggi bertransformasi menjadi solusi nyata bagi masyarakat.

Peresmian dihadiri Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto yang turut mendukung teknologi desalinasi siap dimanfaatkan untuk mengatasi kebutuhan air bersih yang dihadapi di Nusakambangan.

Rektor Undip, Prof. Dr. Suharnomo menilai bahwa kehadiran teknologi buatan Undip sangat dibutuhkan agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Bagi kami, keberhasilan sebuah riset bukan hanya ketika dipublikasikan dalam jurnal ilmiah, tetapi ketika hasil riset tersebut benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kehadiran teknologi desalinasi di Nusakambangan dapat menjadi bukti perguruan tinggi terlibat aktif dalam mendukung kebutuhan dasar masyarakat,” kata Suharnomo, dalam keterangan yang diterima pada Rabu (24/6).

Sementara itu, inovasi teknologi desalinasi air bersih di Nusakambangan tersebut diprakarsai oleh Guru Besar Bidang Teknik Kimia Fakultas Teknik Undip, Prof. Dr. Ir. Nyoman Widiasa, ST., MT.

Prof. Nyoman menjelaskan bahwa pengembangan sistem desalinasi ini dimulai sejak Januari 2026, berlanjut pada pembangunan instalasi, hingga akhirnya siap dioperasikan untuk memenuhi kebutuhan air minum di kawasan Nusakambangan.

“Kami menyiapkan teknologi benar-benar dapat bermanfaat secara berkelanjutan untuk pemenuhan ketersediaan air bersih di wilayah sangat sulit dijangkau dan menghadapi kesulitan sumber air. Kami juga melakukan pembinaan kepada warga di dalam Lapas untuk menjalankan pengelolaan, melakukan transfer ilmu pengetahuan, dan menyediakan keterampilan yang menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat,” jelas Prof. Nyoman.

Selain menyediakan pemenuhan air bersih di wilayah terpencil, salah satu keunggulan teknologi tersebut adalah penggunaan panel surya sebagai sumber energi. Teknologi ini telah dirancang sangat sesuai diterapkan di wilayah pesisir maupun kepulauan yang menghadapi keterbatasan sumber air bersih.

Selama ini, Undip menerapkan penggunaan teknologi pengolahan air di berbagai wilayah pesisir yang menghadapi tantangan ketersediaan air bersih, di antaranya di Jepara, Demak, Brebes, Rembang, dan Pekalongan.

Melalui pemanfaatan teknologi desalinasi, Undip berharap inovasi yang lahir dari kampus tidak hanya berhenti sebagai hasil penelitian, tetapi dapat terus berkembang sekaligus berdampak nyata bagi masyarakat serta mendukung program-program strategis nasional.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *