Sidak Sekolah Rakyat Semarang, Komisi V DPR RI Temukan Konstruksi dan Fasilitas yang Dikorbankan Untuk Pembangunan Cepat Selesai

Dicky Aditya
2 Min Read
Komisi V DPR RI meminta pihak pelaksana proyek Sekolah Rakyat Semarang segera melengkapi kekurangan fasilitas dan bangunan yang digunakan untuk mengutamakan kenyamanan saat resmi beroperasi

HEADLINNEWS.ID – SEMARANG – Komisi V DPR RI berkunjung untuk meninjau pembangunan Sekolah Rakyat Semarang yang didirikan di Rowosari, Tembalang, Jumat (17/7), yang dilakukan Anggota Komisi V, Novita Wijayanti.

Rombongan Komisi V DPR RI tersebut menemukan konstruksi pembangunan dan fasilitas di lingkungan sekolah yang dinilai kejar target alias ada yang dikorbankan untuk mengejar proses pembangunan Sekolah Rakyat tersebut.

Anggota Komisi V DPR RI Novita menilai, pembangunan fasilitas yang akan digunakan untuk Sekolah Rakyat tidak hanya sekadar menyelesaikan tepat waktu untuk siap beroperasi, namun pihak pelaksana tidak boleh mengorbankan yang dibutuhkan demi pekerjaan segera selesai.

“Pembangunan sekolah ada target waktunya diselesaikan pihak pelaksana kontraktor, tapi tetap kualitas menjadi yang diutamakan tidak harus ada yang dihilangkan atau dikurangi. Sebab, kekurangan infrastruktur dan yang belum ada, jika bangunan sekolah digunakan berisiko membahayakan dan tidak nyaman,” katanya.

Ia menilai, masih ada cukup banyak fasilitas yang kurang lengkap dan konstruksi bangunan yang tidak aman untuk jangka panjang. Menurut Novita, jika sekolah tersebut diminta beroperasi secepatnya, kondisi yang ditemukan sangat mengganggu dan berkaitan dengan kenyamanan serta juga mengenai keselamatan di tempat yang dibangun sebagai fasilitas pendidikan.

Karena itu, anggota Komisi V DPR RI tersebut meminta kepada pelaksana pembangunan, dalam waktu yang tersisa, secepatnya melengkapi berbagai kekurangan fasilitas maupun konstruksi bangunan. Hasil temuan itupun, menurut Novita, diminta menjadi perhatian yang segera untuk dilengkapi, guna mendukung Sekolah Rakyat Semarang ketika nantinya resmi dibuka untuk menyediakan kegiatan pelayanan pendidikan.

“Sejumlah catatan yang saya berikan masih ada waktu yang cukup untuk dilengkapi. Sebelum pembukaan tolong dipastikan lagi, banyak kelengkapan yang seharusnya ada dan setelah kegiatan di sekolah dimulai semuanya nyaman dan lengkap. Mengingat sekolah menggunakan sistem asrama, sehingga selama tinggal dan memperoleh pendidikan siswa semangat untuk menimba ilmu,” tegas Novita.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *