HEADLINNEWS.ID – SEMARANG – Beredar di media sosial kasus tawuran pelajar yang terjadi di Pekalongan. Dalam video, aksi tawuran mempertontonkan para pelaku yang menggunakan senjata tajam terlibat tawuran.
Kejadian seperti yang sering terjadi itu, bagi sejumlah pihak, para pelajar yang melakukan tawuran tidak hanya sekadar terlibat kekerasan, melainkan diduga mereka juga mengkonsumsi narkoba atau dalam pengaruh minuman keras (miras).
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPD Gerakan Rakyat Anti Madat (GERAM) Jawa Tengah Havid Sungkar menjelaskan bahwa kejadian tawuran tidak dapat dibiarkan dan harus dicegah. Menurut Havid, selain meresahkan, aksi tawuran para pelajar juga dapat mengancam keselamatan orang lain.
“Tawuran yang terjadi di kalangan pelajar sudah sangat meresahkan masyarakat. Sehingga, harus dicegah jangan sampai ada kejadian, dimana hal itu tidak hanya merugikan para pelajar sendiri, tetapi juga dapat menghilangkan nyawa orang lain,” ucap Havid.
Tidak hanya tawuran, Havid juga menilai, perilaku buruk pelajar yang sering terlibat kenakalan umumnya juga akrab dengan minuman keras dan termasuk narkoba.
“Perbuatan para pelajar bukan sekadar tawuran, tetapi mereka juga menggunakan narkotika atau dalam pengaruh minuman keras (miras),” jelas Havid.
Karena itu, pihaknya meminta pihak yang berwenang untuk dapat memberikan tindakan tegas dan penanganan untuk mencegah kejadian semacam itu.
“Pihak kepolisian perlu bertindak tegas untuk mengamankan aksi semacam tersebut. Kejadian seperti yang sering terjadi, seharusnya mendapatkan penanganan agar tidak merugikan serta meresahkan,” kata Havid.
Ke depannya, selaku pegiat anti narkoba yang terus aktif berupaya mencegah penyalahgunaan narkoba di masyarakat, Havid berharap, upaya pencegahan dapat dilakukan berbagai pihak. Tak kalah penting, juga untuk para pelajar, untuk dapat menghindari segala hal yang tidak penting.
“Berbagai pihak juga dapat ikut terlibat untuk melakukan pencegahan. Dalam kasus ini, orang, tua, guru, maupun stakeholder kami minta untuk ikut berperan. Para pelajar memiliki kewajiban untuk belajar dan menjaga perilaku yang baik. Itupun demi kebaikan mereka untuk meraih masa depan, sehingga tidak terus terjadi tawuran di berbagai wilayah,” kata Havid.

