Saifuddin Zuhri Jual Beras di Glodok Setelah Tak Lagi Jadi Menteri

Michael Ivan
By
Michael Ivan
Jurnalis
Lebih suka bekerja di balik layar, tapi pastikan selalu update dengan apa yang terjadi di luar sana.
- Jurnalis
2 Min Read

HEADLINNEWS.ID – Jakarta, Mantan Menteri Agama Saifuddin Zuhri berjualan beras di Pasar Glodok, Jakarta, pada era 1980-an setelah pensiun dari panggung politik dan pemerintahan. Ia menjalani pekerjaan itu hampir setiap hari dengan mengangkut sendiri karung-karung beras dari rumah menuju pasar.

Saifuddin merupakan Menteri Agama RI ke-10 yang dilantik pada 2 Maret 1962 dan mengakhiri masa jabatannya pada 1967. Setelah itu, ia masih aktif di politik sebagai anggota DPR-GR dari Fraksi Nahdlatul Ulama hingga menjadi anggota DPR hasil Pemilu 1971.

Kisah Saifuddin berjualan beras tersebut dicatat dalam buku Sang Pendoa: Para Kiai Fenomenal Pengayom Kedamaian Umat (2023). Dalam rutinitasnya, ia disebut berangkat sekitar pukul 09.00 WIB seusai menunaikan salat Dhuha.

Saifuddin menyetir mobilnya sendiri sambil membawa karung-karung beras menuju Pasar Glodok. Aktivitas itu dilakukannya setelah benar-benar meninggalkan panggung politik dan pemerintahan.

Pengalaman berdagang sebenarnya pernah dijalani Saifuddin jauh sebelum menjadi menteri. Dalam autobiografinya, Berangkat dari Pesantren (1984), ia menceritakan pernah menjual pakaian bekas, perabotan rumah tangga loak, hingga rokok untuk menyambung hidup pada 1942, ketika anak pertamanya lahir.

Sikap hidup tersebut juga tercermin ketika Saifuddin masih menjabat Menteri Agama. Ia menolak fasilitas rumah dinas meski didesak berkali-kali untuk menempati rumah dinas.

Saifuddin memilih tetap tinggal di rumah pribadinya di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Ia kemudian mencicil rumah sendiri di Jalan Hang Tuah, Kebayoran Baru.

“Kalau begitu aku serakah namanya. Kalau menteri agama sudah serakah, bagaimana yang lain… sikapku tegas. Sejak itu aku tetap menempati rumah sendiri hingga sekarang,” kata Saifuddin kala itu.

Setelah cicilan rumah tersebut lunas, Saifuddin memilih menghibahkannya secara cuma-cuma untuk kepentingan sosial Nahdlatul Ulama.

Saifuddin Zuhri meninggal pada 25 Februari 1986 setelah berjuang melawan sakit.

Data sumber menempatkan kisah Saifuddin Zuhri setelah tidak lagi menjabat sebagai menteri sebagai fokus utama, terutama aktivitasnya berjualan beras di Pasar Glodok pada era 1980-an. Informasi tentang penolakan rumah dinas dan pengalaman berdagang sebelumnya menjadi konteks yang mendukung berita tersebut.

Editor: Michael Ivan
Share This Article
Jurnalis
Follow:
Lebih suka bekerja di balik layar, tapi pastikan selalu update dengan apa yang terjadi di luar sana.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!