Viral Atlet Popda Kebumen Berangkat ke Semarang Naik Engkel, Disdikpora Ungkap Alasannya

Achmad Luthfi Khakim
By
Achmad Luthfi Khakim
Achmad Luthfi Khakim
Achmad Luthfi Khakim adalah pengusaha, pegiat teknologi, dan jurnalis asal Pituruh, Kabupaten Purworejo. Ia merupakan pendiri Pituruh News dan pemilik LC Computer yang bergerak di bidang...
- Achmad Luthfi Khakim
3 Min Read

HEADLINNEWS.ID – KEBUMEN – Keberangkatan kontingen Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kabupaten Kebumen menuju Semarang mendadak menjadi perbincangan publik. Bukan karena prestasi di arena, melainkan karena kendaraan yang digunakan para atlet untuk berangkat ke ajang POPDA tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026.

Sejumlah atlet diketahui berangkat menggunakan mikrobus atau bus engkel. Video dan foto keberangkatan mereka kemudian beredar luas di media sosial dan viral. Salah satu video bahkan telah ditonton lebih dari 200 ribu kali dengan ribuan komentar dari warganet.

Perhatian publik terutama tertuju pada kenyamanan atlet yang harus menempuh perjalanan dari Kebumen menuju Semarang menggunakan kendaraan berukuran relatif kecil.

“Engkel Kebumen-Semarang, kasihan atletnya min,” tulis akun @Gea***** dalam kolom komentar.

Sorotan tersebut juga datang dari mantan Ketua KONI Kebumen, Sriyanto. Kebetulan, cucunya yang merupakan atlet judo menjadi salah satu anggota kontingen Popda Kabupaten Kebumen.

Sriyanto mengaku kecewa setelah mengetahui kendaraan yang digunakan untuk keberangkatan adalah mikrobus atau engkel.

“Awalnya dicritain sama cucunya saya minta diantar. Kemarin pas pemberangkatan saya ke sana ternyata betul pakai engkel,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (2/9/2026).

Menurut Sriyanto, kendaraan tersebut dinilai kurang ideal untuk perjalanan jauh. Ia khawatir perjalanan menggunakan engkel membuat atlet kelelahan sehingga berpotensi memengaruhi kondisi fisik mereka saat bertanding.

“Intinya kami kecewa lah, masak ke Semarang pakai engkel. Ya minimal kalau saya jadi ketua KONI dulu ya Avanza lah,” katanya.

Bukan Hanya Soal Berangkat ke Semarang

Di tengah ramainya kritik warganet, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kebumen Agus Sunaryo memberikan penjelasan.

Agus mengatakan, penggunaan kendaraan berukuran kecil tersebut bukan semata-mata karena pertimbangan perjalanan dari Kebumen menuju Semarang.

Menurutnya, kendaraan harus tetap bisa digunakan untuk mobilitas atlet selama berada di Semarang, terutama untuk mengantar dan menjemput atlet menuju lokasi pertandingan.

“Kalau menggunakan bus besar, bus itu tidak akan bisa untuk mobilitas ketika di Semarang. Untuk mengantar dan menjemput ke venue-venue yang jumlahnya relatif banyak,” jelas Agus.

Terlebih, pelaksanaan POPDA tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun ini memiliki venue yang tersebar di sejumlah lokasi. Khusus di Kota Semarang, terdapat 14 titik tempat pertandingan.

Agus juga menjelaskan bahwa jumlah kontingen Kebumen tahun ini mengalami peningkatan cukup signifikan akibat perubahan petunjuk teknis (juknis) POPDA tingkat provinsi.

Jika tahun sebelumnya jumlah atlet, pelatih, dan official yang dikirim sebanyak 209 orang, tahun ini jumlahnya meningkat menjadi 321 orang.

Untuk menunjang mobilitas tersebut, Disdikpora menyiapkan sejumlah kendaraan.

“Jumlahnya ada 18 engkel dan ada juga mobil-mobil pribadi,” kata Agus.

Polemik kendaraan kontingen Kebumen ini pun menjadi perhatian publik. Perdebatan tidak hanya soal jenis kendaraan yang digunakan, tetapi juga menyangkut kenyamanan atlet, kebutuhan mobilitas selama pertandingan, serta besarnya jumlah kontingen yang harus diakomodasi.

Kini, publik tinggal menantikan kiprah para atlet Kebumen di arena POPDA Jawa Tengah 2026. Sebab, di balik viralnya kendaraan keberangkatan, para atlet tetap membawa satu misi: berjuang membawa nama Kebumen di tingkat provinsi.

Editor: Achmad Luthfi Khakim
Share This Article
Achmad Luthfi Khakim
Follow:
Achmad Luthfi Khakim adalah pengusaha, pegiat teknologi, dan jurnalis asal Pituruh, Kabupaten Purworejo. Ia merupakan pendiri Pituruh News dan pemilik LC Computer yang bergerak di bidang teknologi dan kebutuhan perkantoran. Selain mengembangkan usaha, Luthfi aktif dalam jurnalistik, produksi konten, dan kegiatan sosial. Ia dikenal sebagai sosok yang terus berkarya dan mendorong pemanfaatan teknologi secara positif bagi masyarakat.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!