Jembatan Wae Pesi Direhabilitasi September, Wae Dampek Juga Dipulihkan

Michael Ivan
By
Michael Ivan
Jurnalis
Lebih suka bekerja di balik layar, tapi pastikan selalu update dengan apa yang terjadi di luar sana.
- Jurnalis
2 Min Read

HEADLINNEWS.IDMANGGARAI, Jembatan Wae Pesi di Kabupaten Manggarai dan Jembatan Wae Dampek di Kabupaten Manggarai Timur akan direhabilitasi dengan konstruksi yang lebih tahan terhadap gempa. Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo meminta pemulihan kedua jembatan tidak hanya mengembalikan fungsi, tetapi juga meningkatkan ketahanannya terhadap risiko bencana.

Jembatan Wae Pesi menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian dalam penanganan pascagempa karena berada di ruas Ruteng-Reo-Kedindi yang terhubung langsung dengan Pelabuhan Reo. Pelabuhan tersebut memiliki depo Pertamina yang digunakan untuk distribusi bahan bakar minyak.

Hasil pemeriksaan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Nusa Tenggara Timur menemukan retakan pada oprit jembatan, expansion joint, serta bagian daerah aliran sungai. Dody menyebut kerusakan di Jembatan Wae Pesi paling parah dibandingkan jembatan yang ditinjaunya.

Peralatan untuk menangani Jembatan Wae Pesi sedang didatangkan dari Jakarta. Dody mengatakan rehabilitasi ditargetkan mulai paling lambat pertengahan September 2026.

Selain Wae Pesi, Dody meninjau Jembatan Wae Dampek yang membentang di atas Sungai Wae Laing, Kabupaten Manggarai Timur. Jembatan sepanjang 60 meter itu menggunakan tipe rangka baja dan berada di ruas Wae Gongger-Batas Kabupaten Manggarai-Pota.

Pemulihan kedua jembatan akan menerapkan prinsip build back better, yakni membangun kembali infrastruktur dengan kualitas dan ketahanan yang lebih baik terhadap risiko bencana.

Secara keseluruhan, data per 20 Agustus 2026 mencatat gempa Flores berdampak pada 11 ruas jalan nasional. Kerusakan meliputi 64 titik longsoran, tujuh titik patahan badan jalan, serta 14 unit jembatan dan duiker.

BPJN NTT telah memobilisasi 12 unit excavator dan empat unit loader untuk memulihkan akses. Jembatan Bailey juga dimobilisasi dari Nusa Tenggara Barat, Bali, dan Sulawesi Selatan.

Kementerian PU menyatakan seluruh ruas jalan nasional di Pulau Flores saat ini sudah dapat dilalui kendaraan secara fungsional.

Penanganan infrastruktur terdampak gempa mencakup 11 ruas jalan nasional, 14 unit jembatan dan duiker, serta puluhan titik longsoran dan patahan badan jalan. Untuk dua jembatan yang menjadi fokus rehabilitasi, pemerintah menetapkan peningkatan ketahanan terhadap gempa sebagai bagian dari pemulihan.

Editor: Michael Ivan
Share This Article
Jurnalis
Follow:
Lebih suka bekerja di balik layar, tapi pastikan selalu update dengan apa yang terjadi di luar sana.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!