HEADLINNEWS.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batang resmi menyelenggarakan kegiatan peningkatan kapasitas bagi personel Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB). Langkah strategis ini bertujuan untuk mengoptimalkan Tim Reaksi Cepat dalam penanggulangan dan tanggap darurat bencana, serta memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi situasi darurat bencana di wilayah Kabupaten Batang.
Kegiatan ini diikuti oleh anggota TRC-PB, terdiri dari staf teknis BPBD, serta melibatkan unsur lintas sektoral seperti TNI, Polri, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Kasi trantib Kecamatan, PMI, dan unsur oraganiasasi lainnya di Gedung Pramuka Batang, Kabupaten Batang, Rabu (26/8/2026).
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Sri Purwaningsih menegaskan, bahwa anggota TRC-PB harus menyiapkan diri dalam penanggulangan bencana di wilayah Kabupaten Batang. Bapak/ibu saat ini dikumpulkan di sini ini dalam rangka persiapan artinya antisipasi manakala terjadi bencana maka anggota sudah siap untuk dierjunkan.
“Kebutuhan peralatan kebencanaan yang diusulkan oleh anggota TRC akan dilakukan kajian kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Kebutuhan dan usulan hari ini kita rekap sehingga akan muncul nominal kira-kira nanti kemampuan TAPD apakah bisa memenuhi item-item tersebut dan prioritas mudah-mudahan bisa terealisasi,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Batang Wawan Nurdiansyah menyampaikan, Pemerintah telah menetapkan pertanggal 31 Juli 2026 Kabupaten Batang sebagai wilayah siaga kekeringan.
“Pak bupati kemarin per 31 juli sudah menandatangani SK penetapan status siaga kekeringan, untuk itu warga dihimbau menghemat penggunaan air bersih dan mewaspadai ancaman kekeringan akibat musim kemarau,” terangnya.
Para personil dibekali materi yang diisi oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Provinsi Jawa Tengah Muhamad Chomsul terkait manajemen operasi penanganan darurat bencana, kaji cepat hingga kesiap siagaan anggota TRC dalam penanganan kebencanaan dan pentingnya komunikasi penggunaan Handy Talky (HT) saat terjadi bencana oleh Ketua Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Wilayah Batang Nur Nasetyo Nugroho.
“Melalui kegiatan ini diharapkan terbentuknya anggota TRC yang cepat, tepat, terampil, disiplin, solid, profesional, mampu bekerja lintas sektor dan berorientasi pada keselamatan masyarakat,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Jsph/Jumadi)

