Sesar Opak Picu Gempa Bantul, Dua Rumah Retak dan 20 Perjalanan KA Sempat Berhenti

HL-News
By
HL-News
2 Min Read
Ilustrasi Gempa. Dok Pexels`
Oleh: HL-News

HEADLINNEWS.IDAktivitas Sesar Opak memicu gempa bumi bermagnitudo 3,5 yang mengguncang Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis (20/8/2026) sore. Getaran gempa dirasakan hingga sejumlah wilayah Jawa Tengah.

Berdasarkan analisis BMKG, episenter gempa berada di darat, sekitar 11 kilometer timur laut Bantul, dengan kedalaman 21 kilometer. Gempa terjadi pada pukul 17.20 WIB.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Sleman, Ardhianto Septiadhi, mengatakan gempa tersebut merupakan gempa dangkal akibat aktivitas Sesar Opak.

Guncangan dirasakan dengan intensitas III MMI di Bantul dan Kota Yogyakarta. Sementara di Kulon Progo, Sleman, Klaten, Solo, dan Magelang, getaran dirasakan dengan intensitas II MMI.

Dua Rumah di Umbulharjo Retak

Dampak ringan dilaporkan terjadi di Kota Yogyakarta. BPBD Kota Yogyakarta mencatat dua rumah warga di Nitikan Baru, Kelurahan Sorosutan, Kemantren Umbulharjo, mengalami kerusakan ringan berupa retakan pada tembok.

Retakan terjadi pada bagian ruang tamu. Salah satu rumah mengalami retakan sepanjang sekitar 5 meter, sedangkan rumah lainnya sekitar 3,5 meter. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut.

Tim Reaksi Cepat BPBD Kota Yogyakarta telah melakukan asesmen di lokasi dan berkoordinasi untuk penanganan lebih lanjut.

20 Perjalanan Kereta Sempat Berhenti

Guncangan juga berdampak pada perjalanan kereta api di wilayah KAI Daop 6 Yogyakarta. Sebanyak 20 perjalanan KA sempat melakukan berhenti luar biasa untuk memastikan kondisi sarana dan prasarana setelah gempa.

Setelah pemeriksaan, perjalanan kereta kembali dilanjutkan.

Sementara itu, BMKG pada pemantauan awal hingga pukul 17.39 WIB belum mencatat adanya gempa susulan.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Warga juga diminta memeriksa kondisi bangunan setelah gempa dan menghindari bangunan yang mengalami kerusakan.

Sumber: BMKG, BPBD Kota Yogyakarta, ANTARA, dan RRI

Editor: HL-News
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!