Advertisement
Iklan dapat dilewati dalam 5

Mengenal Sekolah Rakyat Brebes, 260 Siswa Mulai Pendidikan Berasrama

Dedi Agustian
3 Min Read

HEADLINNEWS.IDBREBES – Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Brebes mulai menjalankan proses pendidikan Tahun Ajaran 2026/2027. Sebanyak 260 peserta didik mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di kampus yang berada di Desa Wlahar, Kecamatan Larangan, Jumat (31/7/2026).

Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Brebes tidak hanya menerapkan pembelajaran di ruang kelas. Para siswa juga menjalani kehidupan berasrama yang dirancang untuk mendukung pembentukan karakter, kemandirian, kedisiplinan, dan kemampuan hidup bersama.

Sebanyak 260 peserta didik tersebut terdiri atas 27 siswa Sekolah Rakyat Dasar (SRD), 117 siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP), dan 116 siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA).

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Brebes, Dr. Maylane Boni Abdillah, M.T., mengatakan tahap awal pendidikan menjadi momentum penting untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan peserta didik.

“Anak-anak datang dari latar belakang beragam. Menjadi tanggung jawab kami menghadirkan lingkungan yang aman, nyaman, inklusif, dan penuh dukungan agar mereka siap belajar serta berkembang secara optimal,” kata Boni.

Melalui MPLS, peserta didik mulai dikenalkan dengan lingkungan sekolah dan asrama. Mereka mendapatkan pembekalan mengenai tata tertib, kedisiplinan, karakter, kepemimpinan, literasi, komunikasi, dan kerja sama.

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi ulang dan verifikasi dokumen. Para siswa kemudian menerima kartu identitas, seragam kegiatan, serta perlengkapan kebersihan.

Tidak hanya siswa, orang tua juga mendapatkan pembekalan khusus. Sekolah menjelaskan pola pengasuhan selama anak berada di asrama, hak dan kewajiban peserta didik, serta mekanisme komunikasi antara keluarga dan pihak sekolah.

Salah satu rangkaian penting adalah prosesi serah terima peserta didik dari orang tua kepada pihak sekolah. Prosesi tersebut ditandai dengan penandatanganan berita acara.

Serah terima tersebut menjadi simbol dimulainya tanggung jawab sekolah dalam mendampingi pendidikan, pembinaan karakter, dan pengasuhan peserta didik selama menjalani pendidikan di Sekolah Rakyat.

Pada malam hari, para siswa mulai beradaptasi dengan kehidupan asrama. Mereka berkenalan dengan wali asuh, mendapatkan pembagian kamar, menerima penjelasan tata tertib, hingga mengikuti sesi refleksi bersama.

Boni mengatakan kehidupan berasrama menjadi bagian dari proses pendidikan yang diharapkan mampu melatih siswa untuk hidup mandiri sekaligus membangun hubungan positif dengan teman dan lingkungan.

“Kami harap mereka mampu beradaptasi, hidup mandiri, saling menghargai, serta tumbuh menjadi pribadi yang disiplin dan berkarakter,” ujarnya.

MPLS juga diarahkan untuk membangun budaya belajar sejak hari pertama. Sekolah menargetkan peserta didik mampu memahami lingkungan pendidikan, mematuhi aturan, berkomunikasi dengan baik, serta membangun kebiasaan positif.

Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Brebes mengusung semangat “Berkarakter, Mandiri, Berprestasi, Mengabdi untuk Negeri” dengan motto “Cerdas Bersama, Tumbuh Setara”.

Dengan konsep pendidikan yang memadukan pembelajaran dan kehidupan berasrama, Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Brebes berupaya membangun lingkungan pendidikan yang inklusif dan mendukung peserta didik untuk tumbuh secara akademik maupun karakter.

Editor: HL-News
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!