HEADLINNEWS.ID – SEMARANG – Potensi pariwisata dan pendapatan daerah dari Pusat Rekreasi dan Pembangunan (PRPP) saat ini sedang dibahas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah untuk menyiapkan pengelolaan aset milik daerah tersebut. Sejak dulu, PRPP dinilai tidak berkontribusi besar dan memberikan pemasukan bagi daerah.
Gubernur Ahmad Luthfi meminta jika tidak ada pemasukan, sektor-sektor tertentu tidak harus dipertahankan atau lebih baik ditutup. Sehingga, pemerintah daerah tidak terbebani di dalam pengelolaan keuangan, hanya pada potensi yang penting saja akan dikelola maksimal untuk meningkatkan pendapatan.
“Kalau keuangan daerah tidak sehat, pemasukan tidak ada, tidak ada manfaatnya untuk dipertahankan. Ada berbagai sektor dan potensi yang lebih memberikan dampak signifikan jika dapat dikembangkan,” ucap Luthfi.
Namun, rencana penutupan PRPP tidak akan dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam waktu dekat ini.
Selain membahas pengelolaan, PRPP juga sedang ditawarkan kepada pihak-pihak yang bersedia untuk mengambil alih obyek wisata tersebut serta dalam melakukan pengembangan.
Gubernur Luthfi menilai bahwa pengembangan menjadi potensi baru mungkin juga akan dilihat mengingat PRPP strategis seandainya dilirik untuk terus dioptimalkan termasuk mendukung investasi.
“Ada peluang juga dikembangkan menjadi daya tarik kawasan PRPP. Sehingga, akan semakin produktif untuk bisa terus dioptimalkan sekaligus lebih bermanfaat,” kata Gubernur Luthfi.
Selama ini, PRPP Jawa Tengah merupakan tempat penyelenggaraan berbagai event maupun agenda besar yang levelnya regional, nasional atau internasional.

