HEADLINNEWS.ID – Nusa Tenggara Timur, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari unsur Basarnas, TNI, dan Polri mengevakuasi tiga orang terdampak gempa di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah bangunan di Pelabuhan Lauren Say rubuh saat gempa magnitudo 7,7 mengguncang wilayah tersebut.
Kepala Kantor SAR Maumere Fathur Rahman mengatakan satu korban meninggal dunia, sedangkan dua korban lainnya mengalami luka-luka. Ketiganya kemudian dievakuasi ke RSUD T.C. Hillers Maumere.
“Kami menerima informasi bahwa saat terjadi gempa, bangunan yang berada di Pelabuhan Lauren Say Maumere-Sikka rubuh dan menimpa satu orang korban atas Meliana Nenong, perempuan berusia 54 tahun dengan kondisi meninggal dunia,” kata Fathur Rahman.
“Dan dua orang luka-luka dan ketiganya langsung dievakuasi Tim SAR Gabungan ke RSUD T.C Hillers Maumere.”
PERGERAKAN TIM SAR
Setelah mengevakuasi korban di Maumere, Tim SAR Gabungan dari Kantor SAR Maumere bergerak menuju lokasi kejadian gempa di Kabupaten Nagekeo dan lokasi lain yang terdampak.
Fathur mengatakan pendataan seluruh korban masih dikoordinasikan dengan BPBD setempat.
“Untuk saat ini pendataan seluruh korban masih dikoordinasikan dengan BPBD setempat,” tambah Fathur.
Keterangan tersebut disampaikan setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah NTT pada Sabtu (15/8). BMKG melaporkan gempa terjadi pada pukul 05.58 WITA dengan kedalaman 15 kilometer.
Pusat gempa berada 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT.
KERUSAKAN DI SIKKA
Sebelumnya, Wakil Bupati Sikka, NTT, Simon Subandi Supriadi melaporkan dua orang tewas akibat tertimpa reruntuhan bangunan di Pelabuhan Laurentius Say.
“Yang satu ibu mau ke Kupang. Jadi kena runtuhan, meninggal. Satu lagi bapak pasien orang Adonara, sudah mau pulang di pelabuhan,” kata Simon.
Simon mengatakan kerusakan terparah sejauh ini yang terdata terjadi di Pelabuhan Laurentius Say.
“Kalau di fasilitas umum, sementara belum ada laporan kerusakan yang berat. Tadi saya pantau di rumah sakit, pasien diungsikan di luar.”
“Dan sementara sedang berlangsung pemasangan tenda darurat dari BPBD dan dinas sosial,” kata Simon.
Di sisi lain, warga di Sikka juga melakukan evakuasi setelah merasakan guncangan kuat.
Jurnalis di Sikka, Arnold Welianto, mengaku langsung membawa keluarganya keluar rumah setelah gempa terjadi.
“Saya kaget dan bangun, langsung menuju ke kamar anak, langsung tarik anak keluar dari rumah, istri ikut dari belakang. Rumah kami pinggir pantai,” ujar Arnold.
Arnold melihat warga lain berlari menuju perbukitan dan memenuhi jalan raya. Menurut dia, gempa susulan masih terjadi dan air laut sempat surut cukup lama.
“Karena setelah gempa besar itu masih terjadi gempa susulan dan air laut sempat surut agak lama,” tambah Arnold.
PENANGANAN DI WILAYAH LAIN
Selain menuju Nagekeo, Tim SAR Gabungan melakukan penanganan di lokasi lain yang terdampak gempa.
Di Kabupaten Nagekeo, BNPB menyebut sekitar 2.000 warga melakukan pengungsian atau evakuasi mandiri. Petugas masih melakukan penanganan situasi, sementara kondisi jalan dilaporkan mengalami kemacetan dan aliran listrik masih padam.
Di Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, sejumlah warga juga menuju perbukitan untuk mencari perlindungan setelah gempa mengguncang wilayah tersebut.
Berdasarkan laporan jurnalis Kompas.com di lapangan, warga mengungsi ke dataran yang lebih tinggi karena khawatir terjadi gempa susulan serta kenaikan air laut.
“Saya pun berlindung bersama warga di perbukitan di Kelurahan Watu Nggene, untuk menghindar dari gempa susulan dan air lain naik,” lapor jurnalis Kompas.com di lapangan.
BNPB mencatat gempa tersebut memicu kerusakan di sejumlah wilayah. Data sementara menunjukkan 914 unit rumah rusak berat, 126 rusak sedang, dan 317 rusak ringan.
Sementara itu, berdasarkan data BNPB hingga Minggu (16/8) dini hari, tercatat 341 kali gempa susulan dengan magnitudo 3,7 sampai 6,2.
BMKG telah mengakhiri peringatan tsunami setelah gempa magnitudo 7,7 mengguncang NTT. Meski peringatan tsunami sudah dicabut, BMKG tetap memantau kondisi laut dan aktivitas gempa susulan di sekitar wilayah terdampak.
BNPB juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan serta tidak memasuki bangunan yang mengalami kerusakan atau retak akibat gempa.

