5.000 Warga Mengungsi Usai Gempa 7,7 Guncang NTT

Michael Ivan
By
Michael Ivan
Jurnalis
Lebih suka bekerja di balik layar, tapi pastikan selalu update dengan apa yang terjadi di luar sana.
- Jurnalis
4 Min Read
Sebuah bangunan tampak rusak setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,7 melanda Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (15/08).

HEADLINNEWS.IDNusa Tenggara Timur, Sekitar 5.000 warga mengungsi setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8). Kabupaten Sikka menjadi wilayah dengan konsentrasi pengungsi terbesar, disusul Kabupaten Manggarai dan Nagekeo.

Berdasarkan pemutakhiran data BNPB pada Minggu (16/8) pukul 00.00 WIB, jumlah pengungsi di Kabupaten Sikka mencapai 3.356 jiwa.

Sementara itu, jumlah pengungsi di Kabupaten Manggarai mencapai 2.078 jiwa. Di Nagekeo, BNPB mencatat 500 warga mengungsi.

Di Kabupaten Nagekeo, sekitar 2.000 warga juga dilaporkan melakukan pengungsian atau evakuasi mandiri setelah merasakan guncangan kuat dan menyusul peringatan dini tsunami yang sempat dikeluarkan setelah gempa utama.

Pemenuhan hak-hak dasar dan logistik di pengungsian menjadi salah satu prioritas penanganan darurat.

Kebutuhan di pengungsian

Para penyintas, khususnya di Kabupaten Manggarai, membutuhkan bantuan mendesak berupa puluhan tenda darurat, makanan, obat-obatan, selimut, velbed, pasokan air bersih, hingga genset.

Bantuan juga diperlukan di bidang kesehatan.

Menurut data Kementerian Kesehatan pada Sabtu (15/8), dari 21 rumah sakit di kabupaten-kabupaten yang terdampak gempa, enam RS rusak ringan dan tiga RS rusak berat.

Dari tiga RS yang mengalami rusak berat, satu berada di Kabupaten Manggarai, yakni RS Ruteng. Dua lainnya berada di Kabupaten Nagekeo, yakni RS Pratama Raja dan RS Aeramo.

Selain rumah sakit, kerusakan juga terjadi pada puskesmas. Dari 190 puskesmas, sebanyak 37 puskesmas rusak sedang dan 20 puskesmas rusak berat.

Puskesmas yang mengalami kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Manggarai Timur, dan Kabupaten Ngada.

Warga mengungsi ke tempat lebih tinggi

Evakuasi warga berlangsung di sejumlah daerah setelah gempa mengguncang NTT.

Di Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, sejumlah warga berbondong-bondong menuju perbukitan untuk mencari perlindungan karena khawatir terjadi gempa susulan serta kenaikan air laut.

Berdasarkan laporan jurnalis Kompas.com di lapangan, sejumlah warga mengungsi ke dataran yang lebih tinggi.

“Saya pun berlindung bersama warga di perbukitan di Kelurahan Watu Nggene, untuk menghindar dari gempa susulan dan air lain naik,” lapor jurnalis Kompas.com di lapangan.

Di Sikka, jurnalis Arnold Welianto juga melihat warga berlari menuju perbukitan dan memenuhi jalan raya setelah gempa.

“Karena setelah gempa besar itu masih terjadi gempa susulan dan air laut sempat surut agak lama,” tambah Arnold.

Arnold mengatakan para pasien di puskesmas dievakuasi ke luar bangunan. Kegiatan belajar mengajar di sekolah juga dihentikan sementara.

Data dampak gempa

Selain memicu pengungsian, gempa mengakibatkan kerusakan bangunan dan fasilitas umum.

Data sementara BNPB menyebut 914 unit rumah mengalami rusak berat, 126 rusak sedang, dan 317 rusak ringan.

Kerusakan juga terjadi pada fasilitas pendidikan sebanyak 93 unit, fasilitas kesehatan 36 unit, kantor pemerintah 38 unit, tempat ibadah lima unit, dan sejumlah fasilitas umum lainnya.

Gempa utama terjadi pada Sabtu (15/8) pukul 05.58 WITA dengan kedalaman 15 kilometer. Pusat gempa berada 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT.

Setelah gempa utama, BNPB mencatat 341 kali gempa susulan dengan magnitudo 3,7 sampai 6,2 hingga Minggu (16/8) dini hari.

BMKG sebelumnya menerbitkan peringatan dini tsunami setelah gempa. Peringatan tersebut kemudian dinyatakan berakhir.

Meski peringatan tsunami sudah dicabut, BMKG tetap memantau kondisi laut dan aktivitas gempa susulan di sekitar wilayah terdampak.

BNPB mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan serta tidak memasuki bangunan yang mengalami kerusakan atau retak akibat gempa.

Editor: HL-News
Share This Article
Jurnalis
Follow:
Lebih suka bekerja di balik layar, tapi pastikan selalu update dengan apa yang terjadi di luar sana.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!