Pembahasan Pakuwon Mall dan Pemkot Semarang, Warga Nilai Pemerintah Tak Berpihak

Dicky Aditya
2 Min Read
Warga di sekitar Gombel Lama terus akan memperjuangkan tuntutan mengenai kondisi yang saat ini dihadapi akibat terdampak pembangunan proyek Pakuwon Mall Semarang

HEADLINNEWS.IDSEMARANG – Sejumlah pihak telah melaksanakan pembahasan dan mencari penyelesaian mengenai kondisi pembangunan Pakuwon Mall Semarang di sekitar Gombel Lama, Kota Semarang yang dinilai merugikan serta menyebabkan kerusakan bangunan rumah milik warga maupun lingkungan permukiman. Namun, warga merasa kecewa pihak pemerintah tidak membela tuntutan yang diinginkan atas permasalahan tersebut.

Hasil pembahasan tentang proyek Pakuwon Mall, pembangunan tetap akan berjalan sampai dengan selesai.

Mewakili warga terdampak, Koordinator Forum Advokasi Rakyat (FAR) Eko Haryanto menilai keputusan yang didapatkan dari pembahasan yang dilakukan tersebut, tidak berpihak kepada warga.

“Audiensi menghasilkan hasil yang berat sebelah, bukan menguntungkan warga, tetapi pihak Pakuwon Mall. Akan tetap, yang terbaik terus kami perjuangkan bersama warga,” katanya, Jumat (14/8).

Keinginan warga yang berada di permukiman di area Pakuwon Mall Semarang, menurut Eko, terus dilanjutkan termasuk sampai tuntutan hukum.

Warga menyesalkan pembangunan Pakuwon Mall Semarang tidak hanya menimbulkan dampak kerusakan rumah serta lingkungan permukiman yang menjadi tempat tinggal selama ini, tetapi juga setiap harinya warga terganggu dengan aktivitas proyek yang berjalan hingga dini hari.

Selain itu, Ketua Harian FAR John Arie Nugroho juga merasa kecewa bahwa pemerintah terkesan berpihak kepada pihak Pakuwon Mall, bukan warga.

“Saat pembahasan bersama, pernyataan perwakilan Pemerintah Kota Semarang yang diwakili dari Dinas Tata Ruang, bukan memberikan empati terhadap warga, melainkan menyinggung mengenai perizinan pembangunan mall. Bagi warga, tahu persis pengurusan perizinan sedang diproses, tapi diabaikan dan aktivitas pembangunan terus berjalan setiap hari,” kata John.

Sementara itu, warga juga menilai pertemuan pihak pengembang proyek dan Dinas Tata Ruang bukan membantu mencarikan jalan terbaik yang saat ini dihadapi warga, melainkan justru terkesan mendampingi pengembang yang sedang terus berusaha menyiapkan pembangunan mall terselesaikan.

Editor: HL-News
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!