HEADLINNEWS.ID – Jakarta, Kemacetan lalu lintas parah kembali terjadi di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, pada jam sibuk pagi hari. Kepadatan kendaraan mengular dari arah Pasar Senen menuju Matraman, dengan putaran balik (U-turn) di depan Halte BPP atau Gereja Bala Keselamatan menjadi titik penyumbatan utama berdasarkan pantauan di lokasi.
Berdasarkan pantauan dan foto kondisi di tempat kejadian perkara (TKP), kendaraan memadati area putaran balik tersebut. Penumpukan kerap terjadi pada pagi hari ketika volume mobilitas warga berada di puncaknya.
Arus lalu lintas di titik tersebut praktis berhenti. Mobil pribadi, taksi, hingga puluhan sepeda motor terlihat memenuhi lajur dan saling berebut ruang. Seorang pengendara motor yang membawa tumpukan galon air dalam jumlah banyak juga terlihat terjebak di tengah kepadatan.
Aktivitas kendaraan yang hendak memutar arah membuat arus dari kedua arah harus berbagi ruang di titik tersebut. Kendaraan yang ingin berputar juga berpotensi menghambat kendaraan yang hendak melaju lurus menuju kawasan Matraman, terutama ketika volume lalu lintas meningkat pada jam sibuk.
Kondisi itu diperburuk karena tidak terlihat aparat kepolisian yang bertugas di lokasi saat pantauan dilakukan. Tanpa pengaturan petugas, antrean kendaraan di sekitar putaran balik tidak terlihat mendapat intervensi untuk mengurai kepadatan.
Persoalan putaran balik di Jalan Kramat Raya bukan hal baru. Arsip pemberitaan pada 2010 mencatat Dinas Perhubungan DKI Jakarta pernah menilai putaran balik di Jalan Kramat Raya sebagai salah satu titik masalah kemacetan dan melakukan penutupan sebagian pada salah satu lokasi U-turn di ruas tersebut.
Kajian mengenai aktivitas U-turn juga menunjukkan manuver kendaraan untuk berbalik arah dapat menimbulkan konflik dengan kendaraan yang melaju lurus dan menurunkan kinerja arus lalu lintas, terutama ketika volume kendaraan tinggi.
Masyarakat berharap ada pengaturan rutin dari pihak kepolisian untuk mengurai simpul kemacetan di titik rawan tersebut.

