Dorong UMKM Berdaya Saing, Mahasiswa KKN Undip Hadirkan 3 Program Penguatan Kapasitas di Desa Wirun

HL-News
By
HL-News
2 Min Read
Oleh: HL-News

HEADLINNEWS.IDMahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro (Undip) turun langsung dari pintu ke pintu untuk mendampingi pelaku UMKM di Desa Wirun, Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan yang berlangsung pada 10 Agustus 2026 tersebut difokuskan pada penguatan kapasitas usaha agar UMKM lebih mampu bersaing dan menjaga keberlanjutan bisnis.

Pendampingan dilakukan dengan melibatkan mahasiswa dari Program Studi Manajemen, Hukum, dan Administrasi Publik. Kolaborasi lintas disiplin tersebut menghasilkan pendampingan yang mencakup pemasaran, legalitas usaha, hingga tata kelola pelayanan.

Program pertama berfokus pada digital marketing dan branding produk. Azhar Zakki Muharram dari Program Studi Manajemen memberikan edukasi mengenai strategi pemasaran digital, penguatan identitas merek, serta penataan keuangan usaha.

Pendampingan tersebut diarahkan agar pelaku UMKM dapat memanfaatkan pemasaran digital secara lebih efektif sekaligus membangun identitas produk yang lebih kuat. Mahasiswa juga menyerahkan poster edukasi sebagai media yang dapat digunakan pelaku usaha.

Dari sisi legalitas, Anindya Puspita H dari Program Studi Hukum memberikan sosialisasi melalui program “UMKM Sadar Hukum”. Materi mencakup berbagai aspek legalitas usaha dan produk, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikat halal, BPOM, NPWP, merek, dan SPP-IRT.

Materi tersebut juga diberikan dalam bentuk poster dan barcode yang dapat dipindai pelaku UMKM untuk mengakses informasi yang telah disampaikan selama pendampingan.

Sementara itu, Adelia Dwi Mareta Putri dari Program Studi Administrasi Publik membantu pelaku UMKM dalam menyusun standar operasional prosedur (SOP) pelayanan.

Penyusunan SOP dilakukan melalui observasi dan wawancara langsung dengan pemilik UMKM untuk mengetahui alur pelayanan yang selama ini berjalan. Hasilnya kemudian dituangkan dalam banner yang memuat tahapan pelayanan dan dipasang di lokasi usaha.

Pendekatan tersebut membuat pendampingan tidak berhenti pada penyampaian materi. Pelaku UMKM juga mendapatkan perangkat sederhana yang dapat langsung digunakan untuk mendukung aktivitas usaha sehari-hari.

Melalui kolaborasi mahasiswa dari tiga bidang keilmuan, program KKN ini diharapkan dapat membantu UMKM Desa Wirun memperkuat pemasaran, memahami pentingnya legalitas, serta membangun pelayanan yang lebih terstruktur dan profesional.

Pendampingan tersebut sekaligus mendorong UMKM agar mampu mengembangkan potensi lokal menjadi kekuatan usaha yang memiliki daya saing dan dapat bertahan dalam jangka panjang.

Editor: HL-News
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!