HEADLINNEWS.ID – Slawi-Komitmen Perum Perhutani dalam meningkatkan produksi hasil hutan bukan kayu (HHBK) sekaligus menjaga kelestarian hutan terus diperkuat. Salah satunya melalui kunjungan lapangan yang dilakukan Direktur Operasi Perum Perhutani, Natalas Anis Harjanto, dengan melakukan hiking sadapan serta memantau langsung kegiatan naik talang dan pengerokan getah pinus di wilayah kerja Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Barat, Kamis (9/7).
Sebelum turun ke lapangan, Direktur Operasi memberikan pembinaan kepada jajaran karyawan di Kantor KPH Pekalongan Barat. Selanjutnya, rombongan menuju Petak 27 RPH Moga BKPH Moga untuk melihat secara langsung proses penyadapan getah pinus.
Dalam peninjauan tersebut, Direktur Operasi memastikan seluruh tahapan penyadapan berjalan sesuai standar operasional, mulai dari kondisi talang, kualitas luka sadap, kebersihan bidang sadap, hingga peluang peningkatan produktivitas getah pinus tanpa mengabaikan aspek kelestarian tegakan.
Direktur Operasi Perum Perhutani, Natalas Anis Harjanto, memberikan apresiasi kepada seluruh petugas lapangan yang selama ini menjadi ujung tombak keberhasilan produksi getah pinus. Menurutnya, pencapaian target produksi sangat bergantung pada kedisiplinan, ketelitian, dan konsistensi petugas dalam menerapkan teknik penyadapan yang benar.
“Petugas lapangan memiliki peran strategis dalam menjaga produktivitas sekaligus kelestarian tegakan pinus. Melalui kegiatan hiking sadapan ini, kami ingin memastikan seluruh proses penyadapan berjalan sesuai ketentuan sehingga produksi getah dapat terus meningkat tanpa mengabaikan aspek keberlanjutan hutan,” ujarnya.
Selain memantau proses naik talang dan pengerokan getah, Direktur Operasi juga berdialog langsung dengan para mandor dan mitra penyadap. Berbagai masukan terkait kondisi lapangan, kebutuhan operasional, hingga tantangan yang dihadapi menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan para penyadap.
Sementara itu, Administratur/Kepala KPH Pekalongan Barat, Maria Endah Ambarwati, mengatakan kunjungan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kualitas pekerjaan serta menjaga semangat dalam mencapai target produksi.
”Kehadiran Direktur Operasi menjadi penyemangat bagi petugas lapangan. Kami berkomitmen terus meningkatkan kualitas penyadapan melalui pembinaan, pengawasan, dan penerapan teknik sadap sesuai standar agar target produksi dapat tercapai secara optimal,” ungkapnya.
Perwakilan mitra penyadap getah pinus, Salimin, juga menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan manajemen Perhutani kepada para penyadap. Menurutnya, komunikasi langsung dengan pimpinan memberikan motivasi sekaligus harapan agar berbagai kebutuhan operasional di lapangan dapat terus mendapat perhatian.
Melalui sinergi antara manajemen, petugas lapangan, dan mitra penyadap, Perum Perhutani optimistis produktivitas hasil hutan bukan kayu, khususnya getah pinus, dapat terus meningkat seiring dengan upaya menjaga kelestarian hutan secara berkelanjutan.
Kegiatan Direktur Operasi Perum Perhutani tersebut turut didampingi Kepala Divisi Produksi, Wakil Kepala Divisi Regional, Kepala Departemen Produksi, Administratur KPH Pekalongan Barat beserta jajaran manajemen, Asper/Kepala BKPH, Kepala RPH, mandor, dan petugas lapangan.

