HEADLINNEWS.ID – Temanggung, Bupati Agus Setyawan mengajak Aguser atau sebutan bagi para pemilik nama Agus yang tergabung dalam Persaudaraan Agus Sejagad (PAS) untuk mengingat kembali jasa orang tua. Ia menyinggung pemberian nama oleh orang tua pasti mengandung doa, identitas diri, dan harapan kebaikan.
“Yang paling luar biasa adalah bapak, ibu kita. Feeling-nya luar biasa sekali. Ketika kita dilahirkan dan diberi nama Agus bisa berkumpul banyak sekali. Tepuk tangan untuk ibu-ibu dan bapak kita semua,” ucapnya saat membuka Jambore Agus Nasional (Jamnas) ke-10 di Omah Kebon Temanggung, Sabtu (1/8/2026).
Dalam kesempatan itu, bupati dengan panggilan Agus Gondrong ini sedikit menceritakan sejarah kehidupannya sebelum menjadi orang nomor 1 di Temanggung.
Ia terlahir dari keluarga petani tembakau dan pernah mengemban amanat sebagai Kepala Desa Campurejo selama 16,5 tahun di tanah kelahirannya yang terletak di lereng Gunung Prau.
“Sebelumnya, Agus yang saya kenal itu Agus satpam Ngesti Waluyo, Agus Mantri, dan pak Agus eks Kepala Satpol PP dan Damkar Temanggung yang dulunya Camat semasa almarhum bapak saya masih jadi Kades. Jadi, kepada saudara-saudara sesama Agus se-Indonesia, saya mohon doanya agar bisa menjalankan amanah (Bupati) ini betul-betul sampai selesai, selamat dunia dan akhirat,” pintanya.
Ketua Umum PAS, Agus Bahagianto yang akrab disapa Gus Abah, menjelaskan silaturahmi akbar Aguser dari berbagai daerah ini bertema “Jeneng Siji Kang Nyawiji Ing Ati” (Satu Nama yang Menyatu dalam Hati_red) berlangsung pada Sabtu-Minggu (1-2/8/2026).
Selain Jamnas, agenda perkumpulan sosial yang telah terdaftar di Kemenkumham sejak 1 Agustus 2016 ini juga merayakan Hari Agus Nasional.
“Peringatan Hari Agus Nasional yang jatuh setiap tanggal 1 Agustus biasanya diselenggarakan secara video call di masing-masing cabang PAS. Tapi hari ini, kita pusatkan dan rayakan bersama Jamnas di Temanggung. Harapannya, keberadaan PAS sesuai slogan kita yang ‘Bersatu, Berbakti, Berprestasi’ di tengah masyarakat,” pungkasnya. (Adt;Istw;Ekp)

