HEADLINNEWS.ID – Brebes – Manajemen PT Anisa Jaya Utama (AJU) akhirnya memberikan klarifikasi terkait kebakaran gudang penyimpanan limbah non-B3 di Desa Slatri, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang terjadi pada Sabtu, 8 Agustus 2026.
Perwakilan Manajemen PT Anisa Jaya Utama, Hotibul Umam, menyampaikan keprihatinan sekaligus permohonan maaf kepada masyarakat dan pihak-pihak yang terdampak akibat peristiwa tersebut.
“Kami menyampaikan keprihatinan yang mendalam serta permohonan maaf kepada masyarakat dan seluruh pihak yang terdampak atas kejadian tersebut,” kata Hotibul dalam keterangan tertulisnya.
Mengenai penyebab kebakaran, manajemen menyebut dugaan awal mengarah pada korsleting atau gangguan instalasi listrik. Namun, perusahaan menegaskan penyebab tersebut belum dapat dipastikan.
“Berdasarkan informasi awal yang kami terima, kebakaran diduga terjadi akibat konsleting atau gangguan pada instalasi listrik. Namun demikian, untuk memastikan penyebab kebakaran, kami menyerahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwenang dan masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut,” paparnya.
Hotibul mengatakan gudang tersebut digunakan untuk penyimpanan sementara limbah non-B3 yang dikelola PT Anisa Jaya Utama. Dia juga menyebut fasilitas gudang masih dalam tahap penyelesaian pembangunan dan penataan fasilitas pendukung ketika kebakaran terjadi.
“Gudang tersebut merupakan tempat penyimpanan sementara limbah Non-B3 yang dikelola oleh PT Anisa Jaya Utama. Saat ini, fasilitas gudang tersebut masih dalam tahap penyelesaian pembangunan dan penataan fasilitas pendukung,” lanjutnya.
Perusahaan menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap instalasi listrik, fasilitas pendukung, serta aspek keselamatan di area gudang.
Evaluasi tersebut, menurut manajemen, dilakukan sebagai bagian dari upaya perbaikan sekaligus mencegah kejadian serupa kembali terjadi.
Manajemen PT AJU juga mengklarifikasi informasi mengenai nilai kerugian akibat kebakaran. Berdasarkan pendataan sementara perusahaan, kerugian diperkirakan berada di kisaran Rp2 miliar.
“Terkait adanya informasi mengenai nilai kerugian yang beredar di masyarakat, kami menyampaikan bahwa berdasarkan pendataan sementara yang dilakukan oleh manajemen, perkiraan kerugian saat ini berada di kisaran Rp2 miliar,” ungkap Hotibul.
Namun, angka tersebut belum merupakan nilai final. Perusahaan masih melakukan inventarisasi dan verifikasi terhadap aset serta material yang terdampak.
“Nilai tersebut masih bersifat sementara dan proses inventarisasi serta verifikasi masih terus dilakukan. Oleh karena itu, angka final kerugian akan ditetapkan setelah seluruh proses pendataan selesai,” katanya.
Klarifikasi ini sekaligus memperbarui informasi mengenai nilai kerugian yang sebelumnya beredar di masyarakat. Manajemen meminta agar informasi mengenai kerugian mengacu pada hasil pendataan resmi perusahaan setelah seluruh proses inventarisasi selesai.
Pasca kebakaran, PT AJU menyatakan akan mengevaluasi seluruh aspek keselamatan di area gudang. Evaluasi mencakup instalasi listrik, fasilitas pendukung, serta sistem keselamatan yang berkaitan dengan aktivitas penyimpanan material.
Langkah tersebut menjadi penting mengingat material yang tersimpan di gudang merupakan limbah non-B3 dalam jumlah besar dan sebagian memiliki karakteristik mudah terbakar.
Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil pemeriksaan pihak berwenang. Polisi sebelumnya telah melakukan pengamanan di lokasi dan memasang garis polisi untuk kepentingan penyelidikan.
Selain penyebab kebakaran, pemeriksaan terhadap status gudang dan pengelolaan limbah juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan. Klaim perusahaan bahwa material yang disimpan merupakan limbah non-B3 perlu didukung dengan dokumen dan hasil pemeriksaan sesuai ketentuan yang berlaku.
Pemeriksaan juga dapat mencakup fasilitas penyimpanan, kapasitas gudang, sistem keselamatan, serta kesesuaian pemanfaatan lahan dengan peruntukan tata ruang di lokasi tersebut.
Hotibul juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang membantu penanganan kebakaran.
Ucapan terima kasih disampaikan kepada petugas pemadam kebakaran, BPBD Kabupaten Brebes, TNI dan Polri, Satpol PP, Camat Larangan beserta jajaran, Pemerintah Desa Slatri, DPRD Kabupaten Brebes, tenaga medis, serta masyarakat Desa Slatri.
“Kami sangat menghargai bantuan, pengamanan, koordinasi, pelayanan kesehatan, serta dukungan yang diberikan selama proses penanganan kebakaran,” tambahnya.
Manajemen kembali menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan seluruh pihak yang terdampak.
“Kami berkomitmen untuk melakukan evaluasi dan perbaikan secara menyeluruh terhadap fasilitas, instalasi listrik, serta aspek keselamatan gudang agar kejadian serupa dapat dicegah dan tidak terulang kembali,” tandasnya.
Kebakaran gudang PT AJU sebelumnya menyebabkan sejumlah orang mengalami luka dan gangguan kesehatan. Kasatpol PP Brebes Caridah menyebut satu orang mengalami sesak napas, dua orang mengalami luka akibat tertusuk paku, dan satu orang mengalami memar setelah terbentur besi.
Sementara itu, proses penyelidikan penyebab kebakaran masih berjalan. Hasil pemeriksaan nantinya diharapkan dapat memastikan penyebab munculnya titik api sekaligus menjadi dasar evaluasi terhadap keselamatan dan pengelolaan fasilitas gudang PT Anisa Jaya Utama.

