HEADLINNEWS.ID – Brebes – Sebanyak 36 calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Brebes terus menjalani latihan intensif menjelang upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Di bawah terik matahari, mereka berlatih di Alun-alun Brebes, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Gerakan langkah tegap, penghormatan, hingga perubahan formasi dilakukan berulang kali. Para peserta dituntut mampu bergerak dalam irama yang sama untuk memastikan penampilan mereka tetap rapi saat menjalankan tugas pada 17 Agustus mendatang.
Latihan tersebut merupakan bagian dari pembinaan yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Brebes bersama tim pelatih.
Alun-alun Brebes menjadi salah satu lokasi latihan agar para calon Paskibraka terbiasa dengan kondisi lapangan yang akan digunakan dalam upacara.
Koordinator Pelatih, Kapten Armed Jupriadi, mengatakan latihan saat ini mulai diarahkan pada penyempurnaan gerakan dan pembentukan formasi.
“Target kami, pada 17 Agustus nanti mereka bisa tampil maksimal, kompak, dan mengharumkan nama Kabupaten Brebes,” kata Jupriadi.
Menurut dia, proses pembentukan Paskibraka Brebes tahun ini diawali dengan seleksi yang diikuti lebih dari 500 pemuda dan pemudi. Setelah melewati sejumlah tahapan sesuai ketentuan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), terpilih 36 peserta terbaik.
Dari 36 peserta tersebut, Moh. Liwa Akbar Rosadi, siswa SMA Negeri 1 Brebes, berhasil lolos seleksi tingkat provinsi. Ia telah mengikuti karantina Paskibraka tingkat Jawa Tengah sejak 3 Agustus 2026.
“Rekrutmen kami lakukan seleksi ketat dari lebih kurang 500 pendaftar. Lewat tahapan berstandar BPIP, terpilih 36 orang terbaik, dan satu orang mewakili Brebes di tingkat provinsi,” ujar Jupriadi.
Ke-36 calon Paskibraka itu berasal dari 17 kecamatan di Kabupaten Brebes. Mereka menjalani masa karantina dan pembinaan pada 3–18 Agustus 2026 di Makodim 0713 Brebes.
Pada 4–5 Agustus, peserta terlebih dahulu menjalani latihan dasar baris-berbaris. Tahap ini dilakukan untuk menyamakan pola gerak karena setiap peserta datang dari latar belakang yang berbeda.
Setelah gerakan dasar mulai seragam, latihan dilanjutkan dengan pembentukan barisan, pergerakan pasukan, hingga latihan penaikan dan penurunan bendera.
“Setelah kesamaan terbentuk, pelatihan dilanjutkan bertahap mulai pembentukan barisan, pergerakan, hingga penaikan dan penurunan bendera,” kata Jupriadi.
Saat ini, latihan telah memasuki tahap penyusunan formasi lengkap. Salah satu formasi yang dipersiapkan adalah angka 81, sebagai simbol usia kemerdekaan Indonesia tahun ini.
Selain calon Paskibraka, unsur Yonif TP 434/Satria Arya Suralaya juga akan terlibat dalam penampilan dengan membentuk formasi angka 45.
Jupriadi mengatakan latihan Paskibraka tidak semata-mata bertujuan menghasilkan barisan yang rapi. Para peserta juga ditempa untuk membangun kedisiplinan, tanggung jawab, ketepatan waktu, dan kemampuan bekerja dalam tim.
Ia mengaku melihat perubahan yang cukup signifikan pada peserta sejak latihan pertama.
“Dari hari pertama hingga kini perubahannya sudah sangat terasa. Yang awalnya hidup nyaman dan manja di rumah, kini belajar disiplin, tepat waktu, dan bertanggung jawab. Perubahan sikap sudah tampak nyata,” ujarnya.
Dengan waktu menuju 17 Agustus yang semakin dekat, intensitas latihan terus ditingkatkan. Para calon Paskibraka diharapkan mampu menjalankan tugas pengibaran dan penurunan Sang Merah Putih dengan penuh disiplin serta memberikan penampilan terbaik dalam upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Brebes.

