Advertisement
Iklan dapat dilewati dalam 5

Pemkab Brebes Genjot PAD, Realisasi 2025 Tembus Rp 837,5 Miliar

Dedi Agustian
4 Min Read

HEADLINNEWS.IDBrebes – Pemerintah Kabupaten Brebes terus menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk memperkuat kemandirian fiskal. Seluruh perangkat daerah, Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), hingga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) diminta aktif menggali potensi pendapatan dan menindaklanjutinya dengan langkah nyata.

Hal itu disampaikan Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma melalui sambutan tertulis yang dibacakan Sekretaris Daerah Kabupaten Brebes Tahroni saat membuka Rapat Koordinasi Optimalisasi PAD di Aula Lantai 5 Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT) Brebes, Senin (3/8/2026).

Bupati menegaskan peningkatan PAD tidak semata-mata berkaitan dengan pencapaian angka dalam laporan keuangan. Setiap penerimaan daerah harus diarahkan untuk memperkuat pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Setiap rupiah Pendapatan Asli Daerah yang kita upayakan adalah bagian dari ikhtiar kita menghadirkan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat Brebes,” ucap Tahroni membacakan sambutan Bupati.

Menurutnya, peningkatan PAD memiliki dampak langsung terhadap kemampuan pemerintah daerah dalam membiayai berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari pembangunan infrastruktur, layanan kesehatan, pendidikan hingga program kesejahteraan.

Karena itu, Bupati meminta optimalisasi PAD menjadi tanggung jawab bersama seluruh jajaran pemerintah daerah sesuai dengan tugas dan kewenangannya masing-masing.

Kepala Bapenda Kabupaten Brebes Anna Dwi Rahayuning Rizky menyampaikan capaian PAD pada 2025 menunjukkan kinerja positif. Dari target Rp 811.519.601.986, realisasi mencapai Rp 837.500.265.595 atau 103,20 persen. Dengan demikian, penerimaan PAD melampaui target sekitar Rp 25,98 miliar.

“Secara rinci, realisasi pajak daerah mencapai Rp 344.841.272.817 atau 96,60 persen dari target Rp 357 miliar,” ungkap Anna.

Sementara itu, retribusi daerah dan layanan kesehatan terealisasi sebesar Rp 444.423.685.231, melampaui target Rp 427.374.454.707. Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan mencapai Rp 25.511.478.757 atau 112,07 persen dari target.

Adapun realisasi lain-lain PAD yang sah mencapai Rp 22.723.828.790. Angka tersebut jauh melampaui target sebesar Rp 4.380.872.233.

Dengan total realisasi PAD sebesar Rp 837,50 miliar pada 2025, Brebes disebut menjadi salah satu dari empat daerah dengan PAD terbesar di Provinsi Jawa Tengah.

Untuk 2026, Bapenda mencatat realisasi PAD hingga 31 Juli mencapai Rp 507,64 miliar atau 59,45 persen dari target tahunan.

Anna mengatakan target penerimaan hingga akhir tahun masih terbuka untuk dicapai. Dengan sisa waktu lima bulan, kebutuhan rata-rata penerimaan sekitar Rp 69,26 miliar per bulan.

Angka tersebut, kata dia, masih berada di bawah rata-rata realisasi Januari hingga Juli yang mencapai sekitar Rp 72,52 miliar per bulan.

“Dengan sisa waktu lima bulan, kebutuhan rata-rata penerimaan sekitar Rp 69,26 miliar per bulan masih berada di bawah rata-rata realisasi Januari sampai Juli yang mencapai sekitar Rp 72,52 miliar per bulan, sehingga target dinilai masih sangat terbuka untuk dicapai,” katanya.

Bupati juga meminta hasil rapat koordinasi tidak berhenti sebagai pembahasan. Perangkat daerah, BLUD dan BUMD diminta segera menerjemahkan berbagai masukan menjadi program dan langkah konkret.

“Jangan berhenti di ruang ini. Harus ada tindak lanjut yang nyata di masing-masing perangkat daerah,” tegasnya.

Menurut Bupati, setiap perangkat daerah memiliki potensi yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan PAD. Pengelolaannya harus dilakukan secara serius, inovatif dan kolaboratif, dengan target yang jelas serta hasil yang dapat dirasakan masyarakat.

Bupati juga mengapresiasi kehadiran Kepala Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Ihwan Sudrajat sebagai narasumber dalam rapat koordinasi tersebut. Kehadirannya diharapkan dapat memperkaya wawasan jajaran Pemkab Brebes sekaligus memberikan masukan strategis dalam optimalisasi pendapatan daerah.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Staf Ahli Bupati, para Asisten Sekretaris Daerah, Inspektur Daerah, seluruh kepala perangkat daerah, camat se-Kabupaten Brebes, direktur RSUD, kepala puskesmas, serta direktur BUMD dan BUMD perbankan di Kabupaten Brebes.

Editor: HL-News
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!