Advertisement
Iklan dapat dilewati dalam 5

Ada Jalan Bolong di Brebes? Lapor SIPJAMAN, Besok Ditangani Tim Reaksi Cepat

Dedi Agustian
4 Min Read

HEADLINNEWS.IDBrebes – Pemerintah Kabupaten Brebes punya cara baru untuk mempercepat penanganan jalan rusak. Melalui Strategi Sistem Prioritas Jalan Mantap (SIPJAMAN), warga bisa melaporkan jalan berlubang untuk segera ditindaklanjuti Tim Reaksi Cepat (TRC) Jalan.

SIPJAMAN diluncurkan Wakil Bupati Brebes Wurja di Aula Lantai 5 Kantor Pemerintah Kabupaten Terpadu (KPT) Brebes, Kamis (6/8/2026). Program ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Brebes mempercepat perbaikan infrastruktur jalan di tengah keterbatasan anggaran.

Peluncuran SIPJAMAN dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) serta Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pemkab Brebes sekaligus mengukuhkan TRC Jalan untuk memperkuat respons cepat terhadap laporan kerusakan jalan.

Wurja mengatakan SIPJAMAN dirancang agar pemerintah dapat merespons kerusakan jalan berdasarkan laporan masyarakat. Tim TRC nantinya akan bergerak ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan.

“Ini sangat bagus. Teknik kerjanya berbasis aduan masyarakat. Ada jalan bolong, besok kita eksekusi. Tim TRC akan berkeliling sesuai laporan yang diterima sekaligus melakukan pemantauan di lapangan,” kata Wurja.

Dia menjelaskan, mekanisme respons cepat tersebut diprioritaskan untuk kerusakan ringan, terutama jalan berlubang. Adapun jalan yang mengalami kerusakan berat membutuhkan perencanaan teknis dan anggaran yang lebih besar.

“Kalau jalan rusak berat tentu perlu anggaran yang besar dan estimasi yang matang. Penanganannya harus melalui proses perencanaan pembangunan,” ujarnya.

Wurja mengatakan perbaikan jalan bukan sekadar menyangkut kelancaran perjalanan warga. Infrastruktur jalan juga berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi, khususnya distribusi hasil pertanian dari sentra produksi menuju pasar.

“Melalui SIPJAMAN, kita menata prioritas secara lebih terarah dan berbasis kebutuhan. Kita ingin memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan benar-benar berdampak, terutama untuk mendukung kawasan-kawasan produktif pertanian dan ketahanan pangan,” tegasnya.

SIPJAMAN juga menjadi bagian dari program unggulan Pemkab Brebes, Beresi Dalan. Prioritas penanganan diarahkan pada ruas-ruas yang memiliki peran penting bagi mobilitas masyarakat dan kawasan produktif.

Wurja berharap keberadaan TRC Jalan membuat pemerintah lebih cepat merespons keluhan warga. Dia juga meminta seluruh pihak ikut menjaga dan mengawasi infrastruktur yang telah diperbaiki.

“Saya berharap Tim Reaksi Cepat Jalan Mantap dapat bekerja sigap, responsif, dan hadir di tengah kebutuhan masyarakat. Kecepatan penanganan akan sangat menentukan kepercayaan publik kepada kita semua,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Brebes Dani Asmoro mengatakan SIPJAMAN dibentuk sebagai strategi menghadapi keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi. Dengan sistem prioritas, penanganan jalan diharapkan lebih efektif dan terukur.

“SIPJAMAN menjadi sarana untuk merespons laporan masyarakat dengan lebih cepat. Target awal kami adalah menangani jalan-jalan berlubang sesuai standar operasional yang telah ditetapkan,” kata Dani.

Menurutnya, seluruh jalan rusak belum dapat diperbaiki secara bersamaan. Penanganan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan tingkat kerusakan dan skala prioritas.

Dani menyebut tingkat kemantapan jalan Kabupaten Brebes saat ini sekitar 63 persen dari total panjang jalan sekitar 1.200 kilometer. Artinya, masih ada ruas jalan yang membutuhkan penanganan secara bertahap.

“Kami memang belum bisa menangani seluruh jalan rusak sekaligus. Karena itu dilakukan berdasarkan prioritas agar anggaran yang tersedia memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujarnya.

Pemkab Brebes berharap SIPJAMAN dapat mempercepat perbaikan jalan sekaligus memperlancar mobilitas warga dan distribusi hasil panen. Dengan jalan yang semakin mantap, biaya logistik diharapkan lebih efisien dan aktivitas ekonomi masyarakat ikut bergerak.

Editor: HL-News
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!