HEADLINNEWS.ID – PURWOREJO – Potensi perikanan air tawar di Desa Kedungloteng, Kecamatan Bener, terus diperkuat melalui Program Desa Sejahtera NU (DESANU) yang digagas NU Care-LAZISNU Kabupaten Purworejo. Sebanyak 30 pembudidaya gurame mendapatkan pelatihan budidaya sekaligus keterampilan membuat pakan ikan mandiri pada Kamis (30/7/2026).
Kegiatan ini menjadi pelaksanaan kelima Program DESANU sepanjang Juli 2026. Desa Kedungloteng dipilih karena selama ini dikenal sebagai salah satu sentra budidaya gurame di Kecamatan Bener yang memiliki potensi ekonomi cukup besar untuk terus dikembangkan.
Pelatihan dihadiri Ketua MWCNU Kecamatan Bener, Kepala Desa Kedungloteng beserta perangkat desa, Pengurus Ranting NU Kedungloteng, serta para pembudidaya ikan yang menjadi peserta utama kegiatan.
Narasumber pelatihan, Zaenal Musthofa, S.Pd., M.Pd., membagikan pengalaman dan pengetahuan mengenai teknik budidaya gurame, mulai dari persiapan kolam, pemilihan benih unggul, manajemen pakan, hingga penanganan penyakit yang sering menyerang ikan.
Menurutnya, keberhasilan usaha budidaya gurame tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga kedisiplinan dalam perawatan.
“Gurame Purworejo memiliki kualitas yang baik dan daya tahan yang tinggi. Potensi ini harus terus dijaga dengan perawatan yang tepat, kesabaran, serta kemauan untuk terus belajar agar hasil panen semakin optimal,” ungkap Zaenal.
Wakil Ketua PC LAZISNU Kabupaten Purworejo yang juga Pengurus UPZIS NU Care-LAZISNU Kecamatan Bener, Amat Tolbi, menjelaskan bahwa DESANU dirancang sebagai program pemberdayaan berbasis potensi lokal. Menurutnya, setiap desa memiliki keunggulan yang berbeda sehingga bentuk pendampingan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
“Harapannya, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mampu meningkatkan produktivitas usaha sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan keluarga,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan usaha para pembudidaya, NU Care-LAZISNU Kabupaten Purworejo bersama BSI Purworejo turut menyerahkan bantuan mesin pembuat pelet ikan. Kehadiran alat tersebut diharapkan mampu membantu kelompok pembudidaya memproduksi pakan secara mandiri sehingga dapat mengurangi biaya produksi sekaligus meningkatkan efisiensi usaha.
Melalui kolaborasi antara NU Care-LAZISNU, BSI Purworejo, pemerintah desa, dan masyarakat, Program DESANU diharapkan mampu memperkuat sektor perikanan air tawar di Kedungloteng. Dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan dukungan sarana produksi, desa ini diharapkan semakin berkembang sebagai sentra budidaya gurame yang produktif dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal.

