Advertisement
Iklan dapat dilewati dalam 5

Nadia Aliyah Reyhan, Bocah Berprestasi Asal Purworejo yang Tak Henti Borong Medali Emas

Achmad Luthfi Khakim
By - Achmad Luthfi Khakim
4 Min Read

HEADLINNEWS.IDPURWOREJO – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar asal Kabupaten Purworejo. Di usia yang baru menginjak delapan tahun, Nadia Aliyah Reyhan telah berhasil mengukir sederet prestasi akademik di tingkat nasional hingga internasional.

Siswi kelas 2 SD Negeri Purworejo tersebut dikenal sebagai langganan juara berbagai olimpiade di bidang matematika, sains, dan bahasa Inggris. Berbagai medali berhasil diraihnya sejak masih duduk di bangku taman kanak-kanak.

Prestasi terbaru Nadia diraih dalam Festival Anak Berprestasi Indonesia (FABI) ke-15 Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Emerald Education Center (EEC). Dalam ajang tersebut, Nadia sukses meraih medali emas, sekaligus menambah daftar panjang penghargaan yang telah dikoleksinya.

Orang tua Nadia, Dian Wijayanti, mengaku tidak pernah menyangka putrinya mampu mengumpulkan begitu banyak prestasi di usia yang masih sangat belia.

“Kalau medali itu sudah banyak sekali. Untuk juara tingkat nasional saja rasanya sudah tidak terhitung lagi,” ujar Dian, Kamis (29/7/2026).

Perjalanan Nadia di dunia olimpiade dimulai pada tahun 2024 saat masih bersekolah di TK Batik Perbaik Purworejo. Di kompetisi nasional pertamanya, Nadia langsung menorehkan prestasi membanggakan hingga memperoleh hadiah perjalanan edukasi ke Singapura.

“Waktu itu Nadia masih TK, usia enam tahun. Final olimpiade nasional pertamanya justru mendapatkan hadiah trip ke Singapura,” katanya.

Semangat Nadia untuk terus belajar semakin tumbuh setelah itu. Saat duduk di kelas 1 SD, ia kembali meraih penghargaan yang mengantarkannya mengikuti perjalanan pendidikan ke Malaysia.

Menurut Dian, putrinya memiliki minat yang sangat besar pada bidang matematika.

“Dia lebih menonjol di matematika. Kalau ada soal-soal hitungan, Nadia biasanya lebih cepat memahami,” tuturnya.

Kemampuan tersebut dibuktikan melalui berbagai prestasi bergengsi yang berhasil diraih Nadia. Pada tahun 2025, ia meraih Gold Medal Thailand International Mathematical Olympiad (TIMO), Gold Medal Indonesia Young Science and Language Olympiad (IYSLO), serta Medali Emas SCN Mathematics Competition tingkat nasional.

Memasuki tahun 2026, prestasinya semakin bersinar dengan meraih Medali Emas Philippines International Math and Science Olympics (PIMSO), Medali Emas Hong Kong International Mathematical Olympiad (HKIMO), Ruby Award Japan International Science and Mathematics Olympiads (JISMO Spring), Medali Emas International Youth Academic Excellence Olympiad (IYAEO), serta Medali Emas English, Math, and Science Olympiad (EMSO).

Tak hanya bersinar di ajang internasional, Nadia juga berhasil mendominasi berbagai kompetisi nasional, di antaranya Kompetisi Matematika Nalaria Realistik (KMNR) ke-21, Olimpiade Seni Sains Bahasa Nasional (OSSBN), serta sejumlah kompetisi matematika tingkat provinsi dan nasional lainnya.

Selama kurun waktu 2024 hingga 2026, Nadia telah mengoleksi sekitar 40 penghargaan akademik dari berbagai kompetisi tingkat nasional maupun internasional.

“Hampir semua kompetisi tingkat nasional yang Nadia ikuti sudah saya pilih yang terkurasi Pusat Prestasi Nasional (PUSPRESNAS),” ungkap Dian.

Di balik sederet prestasi tersebut, Dian mengatakan pola pendampingan yang dilakukan keluarga tidaklah rumit. Baginya, faktor terpenting adalah tumbuhnya kemauan belajar dari diri anak.

“Yang paling penting itu kemauan anak. Nadia itu anaknya nurut. Kalau diajak belajar, dia mau. Jadi kami sebagai orang tua lebih mudah mengarahkan,” ujarnya.

Meski demikian, keluarga tetap mengutamakan keseimbangan antara belajar, bermain, dan beristirahat agar Nadia dapat menikmati masa kecilnya. Mereka juga selektif dalam memilih kompetisi yang akan diikuti.

Bagi Dian, prestasi bukanlah tujuan akhir. Ia berharap Nadia tumbuh menjadi pribadi yang rendah hati, mencintai proses belajar, serta mampu meraih pendidikan terbaik di masa depan.

“Nadia masih kelas dua SD. Untuk lomba internasional yang jauh, saya ingin lebih selektif dan menunggu dia lebih siap,” pungkasnya.

Editor: Achmad Luthfi Khakim
TAGGED:
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!