Advertisement
Iklan dapat dilewati dalam 5

Festival Lembutan Bansari Ke-7, Angkat Keunikan Transaksi Mata Uang Kayu dan Ekonomi Hijau

Arafandy
By
5 Min Read

HEADLINNEWS.IDTemanggung, Pernah membayangkan sensasi berbelanja di pasar malam atau festival budaya, tetapi tidak menggunakan uang kertas, maupun dompet digital? Pengalaman unik bernuansa tempo dulu, sekaligus ramah lingkungan inilah yang bakal tersaji dalam agenda tahunan Festival Lembutan Bansari Kaping 7 di Desa Gentingsari, Kecamatan Bansari, Temanggung, pada 8–10 Agustus 2026 mendatang.

Ketua Panitia, Yoga Listiawaan, menjelaskan seluruh pengunjung nantinya wajib bertransaksi menggunakan mata uang khusus dari kayu. Kepingan kayu ini memiliki tiga variasi nilai tukar yang setara dengan pecahan Rp 2.000, Rp 5.000, dan Rp 20.000 yang dapat ditukarkan di stan resmi di pintu masuk kawasan festival.

“Langkah anti mainstream ini sengaja dipilih untuk menghidupkan kembali atmosfer pasar tradisional zaman dulu yang guyub dan interaktif. Selain itu, ini adalah komitmen nyata kami menjaga kelestarian alam. Di area Pasar Jajan Desa dan UMKM nanti, seluruh kuliner tradisional dari 13 desa wajib dikemas menggunakan bahan alami, seperti daun pisang, dan penjaga standnya pun mengenakan busana adat Jawa lengkap,” jelas Yoga, Selasa (28/7/2026).

Camat Bansari, sekaligus Penanggung Jawab Kegiatan, Ika Utami Widjayanti, menyampaikan festival bagi para pencinta tembakau yang dirajang halus alias lembutan ini mengusung tema “Udaya Sata Samriddhi” yang bermakna “Mengembalikan Kemakmuran Tembakau”. Rangkaian festival ini menampilkan prosesi pembersihan alat rajang tembakau tradisional alias jamasan cacak, hingga ritual menata atau menjemur rajangan daun tembakau secara massal yang disebut nganjang.

“Tembakau lembutan bukan sekadar komoditas, tapi urat nadi kebahagiaan dan ekonomi warga kami. Lewat festival yang dikemas santai dan interaktif ini, kami ingin merangkul generasi muda dan wisatawan untuk ikut melestarikan warisan tradisi leluhur, sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif desa,” bebernya.

Sementara itu, Bupati Agus Setyawan, menyampaikan apresiasinya atas kreativitas anak-anak muda di Kecamatan Bansari. Menurutnya, transaksi wajib menggunakan mata uang kayu dan kewajiban stan bebas plastik ini unik, berakar pada tradisi, tapi sangat peduli pada kelestarian alam. Tak lupa, ia mengajak masyarakat meramaikan dan mengunjungi festival yang merayakan tradisi budaya, kearifan lokal, dan tembakau sejak tahun 2017 ini.

“Menonton prosesi nganjang, mencicipi jajanan yang dibungkus daun, dan memegang koin kayu bukan sekadar aktivitas belanja biasa, melainkan sebuah diplomasi budaya yang mendalam. Karena kita tidak hanya merayakan hasil panen tembakau, tetapi juga merawat harmoni kehidupan dan kedaulatan ekonomi masyarakat lereng Gunung Sindoro,” pesan Bupati Agus.

Bagi yang berencana datang ke lereng Gunung Sindoro, berikut adalah rincian jadwal dan keseruan acara yang bisa dinikmati selama tiga hari berturut-turut:

1. Sabtu, 8 Agustus 2026: Hari Pertama (Kental Tradisi & Seni Desa)

– Pagi Hari: Festival dimulai dengan ritual Umbul Dongo (doa bersama keselamatan) di Panggung 1. Dilanjutkan dengan parade Fashion Show Anak bertema lingkungan “Saka Alam, Kanggo Alam” serta Lomba Mural Tembakau tingkat umum.

– Siang hingga Sore: Panggung utama diisi maraton oleh Pentas Seni (Pensi) Tradisional perwakilan desa dan Lomba Dakon Tradisional.

– Malam Hari: Prosesi sakral Kirap dan Jamasan tembakau, lalu ditutup dengan Pertunjukan Teater Kolosal yang menceritakan sejarah berdirinya Desa Gentingsari.

2. Minggu, 9 Agustus 2026: Hari Kedua (Pesta Kompetisi Tembakau & Kultur Pop)

– Pagi Hari: Panggung utama akan memanas dengan Lomba Ngrajang & Nganjang (merajang tembakau dengan alat tradisional) khusus pemuda di bawah usia 35 tahun yang mengenakan pakaian adat Jawa.

– Siang Hari: Disambung dengan Lomba Nglinting Tembakau untuk umum. Sementara di Panggung 2, giliran para gamers unjuk gigi dalam Turnamen Esports Mobile Legends.

– Sore hingga Malam: Lanjutan Pentas Seni dari desa-desa Kecamatan Bansari dan ditutup oleh penampilan hiburan dari ASR.

3. Senin, 10 Agustus 2026: Hari Ketiga (Puncak Kemeriahan & Konser Aftershine)

– Pagi hingga Siang: Pentas drama tari anak sekolah, aksi sosial Donor Darah, serta Lomba Paduan Suara dan Estafet Menyanyi antar-ibu PKK se-Kecamatan Bansari.

– Malam Puncak Penutupan: Panggung utama Festival Lembutan Bansari 7 akan diguncang oleh pementasan band pengiring sebelum akhirnya ditutup oleh penampilan spektakuler dari grup musik pop-koplo Jawa nasional, Aftershine.

Daya Tarik yang Buka Non-Stop Setiap Hari: Selain jadwal di atas, area berikut ini bisa dikunjungi kapan saja sepanjang festival berlangsung:

Pasar Tembakau Lembutan: Bursa pameran display produk tembakau lembutan terbaik dari 13 desa se-Kecamatan Bansari, lengkap dengan tester gratis.

Pasar Jajan Desa & UMKM: Pusat kuliner jadul (jadah, tiwul, bajingan, klepon) yang bebas kantong plastik, karena wajib menggunakan kemasan daun pisang atau anyaman bambu. Ingat, semua transaksi di sini wajib memakai kepingan koin kayu!

Pasar Kopi: Pasangan serasi tembakau lembutan Bansari yang juga menjadi komoditas unggulan di Temanggung. (Adt;Ekp)

Editor: Arafandy
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!