Advertisement
Iklan dapat dilewati dalam 5

Panen Raya TNI Digelar di 43 Titik, Produksi Padi Capai 19,2 Juta Ton

Michael Ivan
By
Michael Ivan
Jurnalis
Lebih suka bekerja di balik layar, tapi pastikan selalu update dengan apa yang terjadi di luar sana.
- Jurnalis
2 Min Read

HEADLINNEWS.IDMalang, Panen Raya TNI Terintegrasi digelar serentak di 43 titik di Indonesia pada Jumat (17/7/2026) sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Ketahanan Pangan Nasional. Kegiatan yang dipusatkan di Lanud Abdulrahman Saleh, Malang, Jawa Timur, itu dihadiri Presiden Prabowo Subianto dan didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto.

Dalam laporan kepada Presiden, Panglima TNI memaparkan pendampingan pengelolaan lahan pertanian yang dilakukan tiga matra TNI. TNI AD mendampingi pengelolaan lahan padi seluas 479.659 hektare pada Juli 2026.

Secara akumulatif sepanjang Januari hingga Juni 2026, luas panen padi mencapai 6,26 juta hektare dengan produksi sekitar 19,2 juta ton beras. Angka tersebut disebut mendukung lebih dari 55 persen target produksi beras nasional tahun 2026.

Di sektor perkebunan, TNI AU mendampingi pengelolaan lahan tebu seluas 236.048 hektare dengan potensi produksi sekitar 18,386 juta ton tebu atau setara 1,36 juta ton gula.

Sementara itu, TNI AL mendampingi pengelolaan lahan kedelai seluas 2.432 hektare dengan produksi 3.676 ton. TNI AL juga melaporkan masih membuka lahan baru untuk meningkatkan hasil produksi kedelai.

Presiden Prabowo mengapresiasi pelaksanaan Panen Raya TNI Terintegrasi yang berlangsung serentak di 43 titik di seluruh Indonesia. Menurut Presiden, ketahanan pangan merupakan gerakan nasional yang melibatkan seluruh komponen bangsa.

“Saya ucapkan selamat atas terselenggaranya Panen Raya TNI terintegrasi yang dilaksanakan serentak di 43 titik di seluruh Indonesia. Kegiatan ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya urusan Kementerian Pertanian, tetapi merupakan gerakan nasional yang melibatkan seluruh kekuatan bangsa,” ujar Presiden.

Data yang disampaikan dalam Panen Raya TNI Terintegrasi menempatkan pendampingan sektor pangan sebagai fokus utama kegiatan TNI di luar tugas pertahanan. Rangkaian data mengenai luas lahan, produksi padi, tebu, dan kedelai menjadi indikator pelaksanaan program yang dilaporkan kepada Presiden dalam agenda tersebut, sementara capaian produksi beras lebih dari 55 persen target nasional 2026 menjadi informasi utama yang memiliki dampak langsung terhadap target ketahanan pangan pemerintah.

Editor: Michael Ivan
Share This Article
Jurnalis
Follow:
Lebih suka bekerja di balik layar, tapi pastikan selalu update dengan apa yang terjadi di luar sana.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!