Gerakan Minyak Jelantah Jadi Rupiah Resmi Diluncurkan di Jawa Tengah

Witarto
By
Witarto
3 Min Read
Oleh: Witarto

HEADLINNEWS.IDSEMARANG – Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah resmi meluncurkan program Gerakan Minyak Jelantah Jadi Rupiah di Wisma Perdamaian Kota Semarang, Jumat (17/7/2026). Program ini bertujuan mengembangkan ekonomi sirkular berbasis rumah tangga, sekaligus menekan risiko gangguan kesehatan dan pencemaran lingkungan akibat pengelolaan minyak jelantah yang tidak tepat.

Peluncuran berlangsung dalam kegiatan Kick Off Meeting yang dihadiri Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah Hj. Nawal Arafah Yasin, M.S.I, Direktur PT BioSirkular Inovasi Indonesia Dicka Dwi Candra, Direktur PT Gapura Mas Lestari (GML) Rano Rusdiana, serta Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kanwil XI Semarang M Aries Aviani. Kegiatan ini selaras dengan arahan program Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen.

Dalam program ini, setiap satu liter minyak jelantah yang diserahkan warga akan dihargai total Rp7.000. Sebesar Rp5.000 disalurkan langsung kepada warga pengumpul, sedangkan Rp2.000 dialokasikan ke kas PKK desa. Penyaluran dana dilakukan secara digital dan dapat dipantau melalui aplikasi untuk menjamin transparansi.

Pelaksanaan program akan mengandalkan jaringan kader PKK di seluruh desa dan kelurahan, serta diperluas melalui 49.149 Posyandu yang tersebar di Jawa Tengah. Alur kerja mencakup edukasi masyarakat, penyediaan titik pengumpulan di tingkat desa/kelurahan, penjemputan oleh operator di wilayah kecamatan, hingga pencatatan dan penyaluran hasil secara daring.

Hj. Nawal Arafah Yasin menjelaskan inisiasi program ini didasari dua masalah utama yang masih ditemui di masyarakat. Pertama, kebiasaan menggunakan minyak goreng berulang kali hingga berwarna hitam yang berisiko memicu berbagai gangguan kesehatan. Kedua, pembuangan minyak jelantah secara sembarangan yang mencemari lingkungan dan merusak ekosistem.

“Keberhasilan program ini sangat bergantung pada kesadaran dan partisipasi keluarga, terutama para ibu sebagai pengelola rumah tangga. Minyak jelantah tidak lagi sekadar limbah, melainkan sumber daya yang bisa diolah menjadi biodiesel, bioaftur, hingga bahan baku Sustainable Aviation Fuel (SAF) di Kilang Pertamina Cilacap,” ujarnya.

Sebagai acuan, TP PKK Jawa Tengah mencatat kesuksesan penerapan serupa di Kabupaten Batang. Sejak diluncurkan Juni 2025, program di daerah tersebut telah menghasilkan omzet hingga Rp170 juta dalam waktu satu tahun. Hal ini membuktikan limbah rumah tangga dapat menjadi pendorong transisi menuju energi bersih dan berkelanjutan.

Direktur PT BioSirkular Inovasi Indonesia Dicka Dwi Candra menambahkan, peluncuran ini merupakan tindak lanjut nota kesepahaman yang ditandatangani bersama TP PKK dan TP Posyandu Jawa Tengah pada peringatan Hari Bumi, 22 April 2026 lalu. Program ini diharapkan memperkuat peran kader PKK dan Posyandu, sekaligus menciptakan pola pengelolaan limbah rumah tangga yang terukur dan berkelanjutan.

Pada kesempatan terpisah, TP PKK Jawa Tengah juga menandatangani nota kesepakatan kerja sama dengan PT Pegadaian Kanwil XI Semarang. Sinergi ini bertujuan mendukung pemberdayaan keluarga melalui program pilah sampah menjadi tabungan emas.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *