Luas Tanam Tembakau Capai 13.391 Hektare, Pemkab Optimalkan Produksi di Musim Kemarau

Arafandy
By
3 Min Read

HEADLINNEWS.ID – Temanggung, Pemerintah Kabupaten Temanggung terus mengawal pengembangan komoditas tembakau sebagai salah satu sektor unggulan daerah.

Pada musim tanam 2026, luas tanam tembakau di Kabupaten Temanggung tercatat mencapai 13.391 hektare, dengan Kecamatan Kledung menjadi wilayah dengan areal tanam terluas, yakni 1.880 hektare.

Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan (DKP3) Kabupaten Temanggung, Sumarno, Rabu (8/7/2026) menjelaskan dari total luasan tersebut, 8.925,7 hektare merupakan tembakau tegal dan 4.465,3 hektare merupakan tembakau sawah.

Menurutnya, dominasi tembakau tegal menunjukkan karakteristik budidaya tembakau Temanggung yang selama ini berkembang di kawasan lahan kering dan lereng pegunungan.

Berdasarkan data DKP3, selain Kecamatan Kledung, sentra budidaya tembakau juga berada di Kecamatan Ngadirejo dengan luas tanam 1.348 hektare, Kecamatan Bulu 1.340 hektare, Kecamatan Kedu 1.157 hektare, serta Kecamatan Tlogomulyo seluas 1.147,5 hektare.

Memasuki musim kemarau, Pemerintah Kabupaten Temanggung terus memantau perkembangan tanaman di lapangan. Sumarno menyampaikan, tanaman yang ditanam lebih awal umumnya tumbuh dengan baik, karena telah memasuki fase pertumbuhan optimal. Sementara itu, tanaman yang terlambat ditanam memerlukan perhatian lebih, terutama terkait kecukupan air.

“Tanaman yang sudah memasuki fase pertumbuhan besar relatif aman. Yang perlu menjadi perhatian adalah tanaman yang terlambat tanam. Selama masih tersedia sumber air, petani dapat melakukan penyiraman untuk menjaga pertumbuhan tanaman,” jelasnya.

Ia menambahkan, imbauan percepatan masa tanam yang sebelumnya disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjadi langkah antisipatif yang terbukti membantu petani menghadapi musim kemarau. Tanaman yang ditanam sejak April menunjukkan pertumbuhan lebih baik dibandingkan tanaman yang ditanam belakangan.

Menurut Sumarno, ketersediaan air menjadi faktor penting dalam menentukan produktivitas dan kualitas tembakau. Karena itu, petani diimbau memanfaatkan sumber air yang tersedia, serta terus memantau perkembangan cuaca selama musim kemarau.

Panen tembakau diperkirakan mulai berlangsung pada Agustus 2026. Di beberapa wilayah sudah terdapat petani yang mulai melakukan panen dalam jumlah terbatas, sedangkan tanaman di kawasan dataran tinggi masih berada pada fase pertumbuhan.

Pemkab Temanggung berharap, luas tanam yang cukup tinggi pada tahun ini dapat diikuti dengan produktivitas dan kualitas tembakau yang optimal, sehingga mampu menjaga daya saing tembakau Temanggung, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. (Aiz;Ekp)

TAGGED:
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *