Menteri Wihaji Minta Tim Pendamping Keluarga Perkuat Pendampingan, Kunci Tekan Stunting Ada di Lapangan

Achmad Luthfi Khakim
3 Min Read

HEADLINNEWS.ID – PURWOREJO – Keberhasilan menekan angka stunting tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga bergantung pada kerja nyata para pendamping keluarga yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Hal itu menjadi pesan utama Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI, Dr. H. Wihaji, S.Ag., M.Pd., saat berdialog dengan Penyuluh KB, Tim Pendamping Keluarga (TPK), dan kader KB di Ganeca Convention Hall (GCH) Purworejo, Kamis (18/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Wihaji mengapresiasi capaian Kabupaten Purworejo yang berhasil mencatat prevalensi stunting sebesar 14 persen. Menurutnya, angka tersebut menunjukkan kerja sama yang baik antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan para pendamping di tingkat desa. Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan ke depan adalah menjaga agar kasus baru tidak terus bermunculan.

“Tim Pendamping Keluarga adalah ujung tombak. Mereka yang mengetahui kondisi keluarga secara langsung, mulai dari ibu hamil, balita, hingga lingkungan tempat tinggalnya. Karena itu, pendampingan harus dilakukan secara konsisten dan menyeluruh,” ujar Wihaji.

Ia menegaskan, tugas pendamping bukan sekadar mendata, tetapi juga memastikan keluarga memahami pentingnya gizi seimbang, pola asuh yang baik, sanitasi yang layak, serta pemeriksaan kesehatan secara rutin. Pendamping juga diharapkan mampu mengidentifikasi sejak dini keluarga yang masuk kategori Keluarga Risiko Stunting (KRS), sehingga intervensi dapat dilakukan sebelum anak mengalami gangguan pertumbuhan.

Dalam kunjungan kerjanya, Menteri Wihaji turut meninjau rumah salah satu keluarga di Kelurahan Lugosobo, Kecamatan Gebang, yang menjadi penerima bantuan rehabilitasi melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Hasil peninjauan menunjukkan bahwa kondisi rumah dan sanitasi masih menjadi salah satu faktor yang perlu diperbaiki untuk mendukung kesehatan keluarga.

Menurutnya, penanganan stunting harus dilakukan secara terpadu. Selain pemenuhan gizi, pemerintah juga harus memastikan keluarga memiliki lingkungan yang sehat, tempat tinggal yang layak, serta akses terhadap layanan kesehatan dan pendampingan yang berkesinambungan.

Sementara itu, Bupati Purworejo Yuli Hastuti menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Purworejo akan terus memperkuat kapasitas Penyuluh KB dan Tim Pendamping Keluarga sebagai ujung tombak pelaksanaan program Bangga Kencana dan percepatan penurunan stunting.

Ia berharap arahan langsung dari Menteri dapat menjadi motivasi bagi seluruh pendamping keluarga untuk semakin aktif mendampingi masyarakat hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Dengan kolaborasi yang kuat, target mempertahankan bahkan menurunkan angka stunting di Kabupaten Purworejo diyakini dapat tercapai, sekaligus mewujudkan generasi yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!