HEADLINNEWS.ID – Sumedang, Museum Geusan Ulun di Kompleks Keraton Sumedang Larang, Kabupaten Sumedang, mendapat sorotan akibat kondisi kebersihan dan fasilitas yang dinilai belum terawat optimal. Temuan di lokasi memperlihatkan etalase koleksi berdebu, pencahayaan yang minim, serta toilet yang kurang bersih sehingga memengaruhi kenyamanan pengunjung.
Hasil pantauan di museum menunjukkan sejumlah koleksi bersejarah disimpan dalam etalase kaca yang tampak kusam dan dipenuhi debu. Kondisi tersebut terlihat pada tempat penyimpanan pusaka dan Mahkota Binokasih yang menjadi salah satu koleksi utama museum.
Selain menyimpan Mahkota Binokasih, museum juga memiliki kereta kencana serta tiga ekor harimau yang telah diawetkan. Namun, penataan koleksi beserta kebersihan ruang pamer dinilai belum sejalan dengan nilai sejarah dan budaya yang dimiliki.
Fasilitas penunjang bagi pengunjung juga menjadi perhatian. Toilet di area museum dilaporkan kurang terawat, sementara pencahayaan di beberapa ruangan dinilai minim sehingga suasana di dalam museum terasa redup.
Pemerhati lingkungan dan budaya, Andy Java, menyampaikan agar pengelola tidak hanya memusatkan perhatian pada pelestarian benda koleksi, tetapi juga meningkatkan kebersihan museum.

“Ini museum sejarah, tempat menyimpan jati diri bangsa. Bukan hanya pelestariannya yang harus dijaga, tapi kebersihannya pun harus lebih diperhatikan. Pengelolaan museum jangan hanya untuk keuntungan semata. Kalau etalase berdebu, toilet kotor, pengunjung juga jadi tidak nyaman. Sumedang kaya akan budaya warisan leluhur, ‘budaya jati diri bangsa’. Kalau bukan kita siapa lagi yang merawat, menjaga, dan melestarikannya,” ujar Andy, Sabtu (4/7/2026).
Menurut Andy, Museum Geusan Ulun memiliki peran sebagai sarana pembelajaran sejarah bagi masyarakat Sumedang maupun wisatawan. Karena itu, ia menilai perawatan seluruh area museum perlu segera dilakukan.
Masukan serupa juga datang dari salah seorang pengunjung. Ia mengaku datang untuk melihat langsung pusaka dan Mahkota Binokasih, tetapi mendapati etalase yang berdebu, ruangan yang relatif gelap, serta toilet yang kurang bersih.
“Saya ke sini karena ingin melihat langsung pusaka dan mahkota Binokasih. Tapi sayang, kacanya berdebu dan ruangannya agak gelap. Toiletnya juga kurang bersih. Padahal ini aset budaya Sumedang yang harusnya dijaga dengan baik biar wisatawan makin bangga dan nyaman berkunjung,” kata pengunjung tersebut.
Museum Geusan Ulun hingga kini masih menjadi salah satu tujuan wisata sejarah dan budaya di Kabupaten Sumedang. Dalam sumber yang tersedia, diharapkan pengelola bersama pemerintah daerah melakukan pembenahan pada aspek kebersihan, pencahayaan, dan fasilitas penunjang agar museum semakin layak dikunjungi.
Data yang tersedia menunjukkan persoalan utama bukan terletak pada kelengkapan koleksi, melainkan pada kondisi pemeliharaan ruang pamer dan fasilitas pendukung. Temuan mengenai etalase berdebu, pencahayaan yang minim, serta toilet yang kurang bersih berpotensi memengaruhi kenyamanan pengunjung, meski museum tetap menyimpan koleksi sejarah dan budaya yang bernilai tinggi. Sumber juga mencatat adanya harapan agar pengelola bersama pemerintah daerah segera melakukan pembenahan pada aspek-aspek tersebut.

