HEADLINNEWS.ID – JAKARTA, Perhatian pemerintah terhadap pengembangan industri propelan dan munisi disebut menjadi bagian dari arah baru pembangunan industri pertahanan nasional. Dalam naskah opini yang ditulis Marsda TNI Budhi Achmadi, kebijakan tersebut dinilai menggeser fokus pembangunan dari penguasaan platform persenjataan menuju kemampuan memproduksi komponen utama sistem persenjataan.
Menurut Budhi, pengalaman sejumlah konflik menunjukkan bahwa keberlangsungan operasi militer bergantung pada ketersediaan amunisi, propelan, bom, roket, rudal, dan material energetik, bukan hanya pada kepemilikan kendaraan tempur, kapal perang, maupun pesawat.
Ia mencontohkan perang Rusia-Ukraina yang mendorong negara-negara anggota NATO meningkatkan kapasitas produksi amunisi setelah stok peluru artileri memengaruhi intensitas operasi militer. Kondisi serupa juga disebut terlihat dalam konflik di Timur Tengah, ketika efektivitas sistem pertahanan udara bergantung pada ketersediaan rudal pencegat.
Dalam tulisannya, Budhi menyebut sejumlah negara telah mengembangkan industri pertahanan secara terintegrasi. Turki memperluas pengembangan industri amunisi, propelan, dan rudal, sementara Korea Selatan membangun ekosistem industri dari hulu hingga hilir sistem persenjataan. India juga menempatkan kemandirian produksi amunisi sebagai salah satu prioritas modernisasi industri pertahanannya.
Budhi menilai penguasaan teknologi propelan memiliki posisi penting karena menjadi sumber tenaga bagi peluru, mortir, artileri, roket, rudal, hingga misil jelajah. Menurutnya, tanpa propelan, berbagai platform tempur tidak dapat menjalankan fungsi utamanya.
Ia juga menyebut pengembangan industri propelan dan munisi berpotensi mendorong kemajuan riset di bidang kimia, material maju, metalurgi, manufaktur presisi, dan rekayasa propulsi. Selain itu, pengembangan industri tersebut dinilai dapat mengurangi ketergantungan terhadap pasokan komponen strategis dari luar negeri.
Budhi menuliskan bahwa pembangunan industri pertahanan ke depan perlu mencakup pengembangan bahan baku strategis, propelan, bahan peledak militer, industri munisi, serta teknologi roket dan rudal nasional dengan melibatkan pemerintah, TNI, industri pertahanan, perguruan tinggi, dan lembaga penelitian.
Data sumber menunjukkan perubahan penekanan dalam pembangunan industri pertahanan dari penguasaan platform persenjataan menuju kemampuan memproduksi propelan dan munisi. Argumen tersebut didasarkan pada pengalaman konflik internasional yang memperlihatkan pentingnya keberlanjutan pasokan amunisi dalam menjaga kemampuan tempur. Dalam konteks Indonesia, arah kebijakan yang disebutkan dalam naskah menempatkan penguasaan teknologi material energetik sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap pasokan luar negeri untuk komponen pertahanan strategis.
Meta Description (140 karakter):
Focus Keyword:
Meta Keywords:
Hashtags:
#IndustriPertahanan #IndustriMunisi #Propelan #KemandirianPertahanan #Prabowo #SjafrieSjamsoeddin #PertahananIndonesia #Amunisi

