HEADLINNEWS.ID – Jakarta Timur, 23 Juni 2026, Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin meninjau pelaksanaan Turnamen Tenis Meja Piala Wali Kota di Mall Grand Cakung, Cakung, Jakarta Timur, Selasa (23/6/2026). Kegiatan ini diikuti Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat umum kategori U-15 dalam rangka HUT ke-499 Kota Jakarta.
Turnamen Tenis Meja Piala Wali Kota tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-499 Kota Jakarta. Agenda ini juga difokuskan sebagai sarana pembinaan olahraga serta memperkuat interaksi antara pemerintah dan masyarakat.
Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Ketua Umum KONI Kota Administrasi Jakarta Timur Rizal Simanjuntak, Ketua PTMSI Jakarta Timur Agus Salim, Owner Mall Grand Cakung Alex Kartasa, serta Komisaris Utama Mall Grand Cakung Husein Murad.
Komisaris Utama Mall Grand Cakung, Husein Murad, menyebut kegiatan olahraga seperti ini memberi dampak langsung terhadap hubungan sosial dan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar pusat perbelanjaan.

“Turnamen ini bukan sekadar ajang kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan masyarakat dengan ASN. Selain itu, penyelenggaraan di pusat perbelanjaan turut meningkatkan kunjungan masyarakat ke Mall Grand Cakung,” ujar Husein Murad.
Ia menambahkan, Mall Grand Cakung yang terletak di wilayah strategis Jakarta Timur memiliki potensi menjadi lokasi berbagai kegiatan publik, mulai dari olahraga hingga pameran masyarakat. Mall Grand Cakung
Menurutnya, kolaborasi antara pengelola pusat perbelanjaan dan pemerintah daerah dapat memperluas ruang kegiatan publik yang berdampak pada ekonomi lokal.
Pihak pengelola Mall Grand Cakung menyatakan terbuka untuk kerja sama berkelanjutan dengan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur dalam penyelenggaraan kegiatan masyarakat di masa mendatang.
Penyelenggaraan turnamen di pusat perbelanjaan menunjukkan pola baru pemanfaatan ruang komersial untuk kegiatan publik. Model ini berpotensi meningkatkan partisipasi masyarakat, namun juga bergantung pada konsistensi dukungan sponsor dan pengelola swasta. Ke depan, integrasi agenda olahraga dengan ruang ekonomi perlu disertai skema keberlanjutan agar tidak hanya bersifat seremonial.

