HEADLINNEWS.ID – Unggahan akun Threads @larismanisby tentang seorang ibu rumah tangga (IRT) yang menjual sandwich seharga Rp15 ribu per dua potong menjadi perhatian warganet. Melalui media sosial, ia meminta dukungan agar dagangannya dikenal lebih luas sembari mengasuh dua anak balita.
Dalam unggahan yang beredar di Threads, pemilik akun menuliskan dirinya merupakan IRT dengan dua balita yang sedang merintis usaha kuliner.
“Wargaa plis semangatin aku. IRT 2 toddler, jual sandwich limabelas dapet 2 slice gembul. Kalau lewat berandamu, plis bantu like-nya ya. Support UMKM merintis sepertiku,” tulis akun tersebut.
Unggahan itu memperlihatkan sandwich dengan isian tebal yang dijual seharga Rp15.000 untuk dua potong. Harga tersebut memicu banyak komentar karena dinilai cukup murah dibandingkan porsi yang ditawarkan.

Melalui balasan di kolom komentar, pemilik akun menyebut lapak fisiknya berada di Isa Risoles, Jalan Rungkut Kidul Gang 3 Nomor 34, Surabaya.
Sejumlah warganet mengaku tertarik membeli karena menilai produk tersebut memiliki harga yang kompetitif. Sebagian lainnya mengaku tidak dapat datang langsung karena berada di luar Surabaya, namun tetap memberikan dukungan melalui komentar dan tombol suka.
Beberapa komentar yang muncul di antaranya menyebut produk tersebut “value for money”, sementara pengguna lain berharap usaha tersebut berkembang dan memperoleh pelanggan lebih banyak.
Fenomena tersebut menggambarkan bagaimana media sosial kini menjadi salah satu sarana promosi yang banyak dimanfaatkan pelaku usaha mikro. Dengan biaya promosi yang relatif rendah, pelaku UMKM dapat menjangkau calon konsumen melalui konten dan interaksi pengguna.
Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, sektor UMKM masih menjadi tulang punggung perekonomian nasional dengan jumlah pelaku mencapai sekitar 65 juta unit usaha. Sebagian besar merupakan usaha mikro yang bergantung pada penjualan harian untuk menjaga arus kas.
Bagi banyak ibu rumah tangga, menjalankan usaha dari rumah menjadi salah satu alternatif memperoleh tambahan penghasilan sambil tetap mengurus keluarga. Model usaha kuliner rumahan menjadi pilihan karena modal awal relatif lebih terjangkau dan pemasaran dapat dilakukan melalui platform digital.
Hingga berita ini ditulis, unggahan akun Threads @larismanisby masih mendapat respons dari pengguna media sosial. Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai peningkatan penjualan setelah unggahan tersebut menjadi viral.
Kasus ini menunjukkan semakin besarnya peran media sosial sebagai kanal pemasaran bagi UMKM skala mikro. Dukungan berupa interaksi digital dapat membantu meningkatkan jangkauan promosi, namun tidak selalu berbanding lurus dengan peningkatan penjualan.
Di sisi lain, harga jual yang rendah menjadi strategi umum pelaku usaha mikro untuk menarik pembeli di tengah persaingan yang ketat. Meski demikian, keberlanjutan usaha tetap bergantung pada kemampuan menjaga margin keuntungan, biaya produksi, serta konsistensi permintaan pasar.

